Memento
Saya duduk di bar bersama Andru,masing-masing memegang botol air mineral. Asyik berkomentar gadis-gadis yang lewat disekitar kami. Musik berdentum dan para penggiat teknologi menikmati malam terakhir di kota ini. Sang juara, penggembira, hitam, putih, sipit, mahasiswa dari seluruh penjuru dunia,,,semuanya campur baur. Tidak ada batasan disini, semuanya merasakan atmosfer yang sama. Rekan yang lain mungkin akibat pengaruh satu dua teguk, asyik berjingkrak sana-sini. Pemandangan yang tidak akan saya lihat di Indonesia. Mungkin.
Pesta berlangsung setelah acara penutupan. Sang pemenang telah diumumkan. Kejayaan menyertai mereka. Saya turut bangga karena merah putih tahun ini tetap dapat berkibar di gedung opera yang katanya palong besar di eropa. Dalam kategori yang saya ikuti, Thailand berjaya, memenangkan piala tersebut dengan software yang mampu mendukung pembelajaran bagi mereka yang kurang pendengarannya. Software kami, yang di masa presentasi telah coba dibawakan dengan apik oleh aloy dan demo oleh ical,andru dan saya sendiri harus puas diurutan,,,,well, kita tidak tahu ada diurutan keberapa. Hanya posisi 1-3 yang diumumkan, dan itu berlaku untuk setiap kategori.
Software kami, mosaic, ini juga telah kami tampilkan dalam acara show case yang digelar persis sebelum acara puncak diselenggarakan. Walaupun sedikit agak terlambat tapi lumayan dapat menjawab rasa penasaran beberapa orang yang sempat mampir dan lewat di depan booth kami. Kami terlambat karena sebelumnya terlalu sibuk bermain di kota tua, untuk membeli beberapa oleh-oleh.
Instead of mengikuti 3 sesi seminar yang diselenggarakan mulai pukul 11, beberapa diantara kami memilih untuk berjalan-jalan saja. Maksudnya, sudah jauh-jauh datang kesini agak sayang kalau dihabiskan mengikuti seminar di ruangan hotel. Mending menghirup udara segar. Mending melihat dunia luar. Mending jalan-jalan. Dengan bekal zlotty di saku, kita mengitari tempat-tempat souvenir, mencoba mencari penanda hari ini untuk di masa nanti.
Hari ini,tahun lalu. Saya bangun pagi dan disambut udara kota Warsawa. Hari ini , tahun lalu adalah hari terakhir penyelenggaraan kompetisi teknologi Imagine Cup. Hari ini, tahun lalu, adalah saat-saat yang sangat monumental dalam hidup saya. Bersama tim ganesh,tim tselina, chandradimuka dan tim UI, kami mewakili Indonesia untuk membuktikan bahwa negara ini punya nyali.
Hari ini, tahun lalu, saya bangun pagi dan disambut sinar pagi Polandia. Ketika saya membuka mata , saya sadar masa satu minggu ini, masa bersama 400 mahasiswa dari seantero dunia ini, masa bersama dengan spirit dan inovasi yang membumi, akan menjadi bagian penting dalam sejarah hidup saya. Dan itu benar adanya.
Hari ini, di kota yang berbeda, kompetisi ini dimulai kembali. Doa saya untuk Indonesia, agar kembali dapat berjaya dan mengibarkan merah putih di depan penduduk bumi. Semoga.


jir, kok gw baca ini jadi melankolis ya?
emang tiap malem aing nangis ja ahuhu
Aloysius Adrian
Juli 8, 2011 pada 4:15 pm
ahuhuhu,,,
Puja Pramudya
Juli 9, 2011 pada 4:28 pm
[...] jadi pengen nulis juga, ngikutin blogpost seorang rekan di malam [...]
Imagine. « Celoteh sang prabu
Juli 8, 2011 pada 4:55 pm