Posisi baru musti gaya baru

Regenerasi adalah bagian penting, dalam hidup,kepengurusan dan tim. Begitu pula tim sepak bola HMIF yang tahun ini kehilangan hampir 3/11 dari pemain dari angkatan 04 nya. Ketika tim HMIF dengan kekuatan ini berhasil merebut perak di olimpiade dua tahun lalu dan menembus babak penyisihan pada GFL tahun lalu. Waktu jua lah yang memisahkan tim dari mereka.

Dan, babak baru tim HMIF pun kini dimulai. Banyak muncul muka-muka baru, muka lama tp baru main dan muka lama yang udah bener2 lama. Kata kunci dari kemunculan ini adalah regenerasi, suatu kebutuhan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan orang-orang yang telah cukup tua dan pergi dari sebuah tim.

Setahun lalu, persis ketika gw memulai menulis blog ini, itu adalah awal tergabung nya gw dalam tim ini. Tim HMIF yang lama memiliki formasi permainan 3-4-3. Dimana 3 belakang terdiri dari dua stopper dan satu libero. 4 tengah terdiri dari satu DM, dua wing MF dan satu AMF. Tiga depan adalah dua penyerang sayap dan penyerang utama. Gaya permainan nya cukup taktis, dengan perangkap offside yang baik, dikomandoi satu libero tadi. Pemain tengah punya gaya determinatif dan tegas, tidak banyak memegang bola,, dan sayap tengah memiliki stamina yang oke untuk bertahan dan membantu penyerangan. Sementara AM ibarat Zidane pada juventus dulu,,,tipikal playmaker yang membuka ruang, membagi bola ke depan. Dua penyerang sayap senantiasa menjelajahi daerah kiri dan kanan musuh. Melakukan tusukan-tusukan cepat dan umpan menyilang menuju daerah center pertahanan lawan. Penyerangan berpusat pada dua penyerang sayap tadi, dan meski gampang ditebak toh semua gol Hmif banyak yang lahir dari serangan sayap ini. Menerapkan pola permainan yang disesuaikan dengan keadaan tim, bukan kebutuhan atau tipe lawan. Permainan yang berpusat pada diri sendiri, self-awareness dan bermain terbuka. Atraktif. Meski tidak selalu meraih hasil yang positif.

Sekarang, dengan hadir nya pemain-pemain baru,,,perlu difikirkan strategi, pola permainan dan formasi yang baru. Kebutuhan ini lahir dari kedatangan pemain-pemain yang punya tipikal berbeda dari posisi yang ditinggalkan sehingga dirasakan kebutuhan untuk merubah semuanya. Ini pula yang sedang dipikirkan kapten dan para manajer.

Menurut gw, dengan adanya pemain-pemain yang bercokol di embrio tim..formasi lama 3-4-3 masih cukup baik untuk diterapkan. Dalam bayangan gw..posisi stopper yang kosong banyak bisa diisi dengan pemain-pemain yang ada kini. Yang bermasalah adalah DM. Pemain yang ada kini tidak satupun bertipe breaker. Semuanya banyak bertipe penyerang. Dan, sementok-mentoknya posisi ini masih bisa diisi oleh pemain yang punya kemampuan bertahan dan menyerang yang seimbang, Bayu misalnya. Untuk sayap kanan, barangkali tidak pemain berstamina tinggi seperti Reyhan, tp hmif masi punya beberapa pilihan pemain bertipe cepat dan dribbling yang oke…contoh Halim atau Surya. Juga ada alsa. Untuk AM, barangkali gw berpikir posisi ini cocok untuk dua orang,,,misalnya fahmi atau didit. Tp, menurut gw kebutuhan tim adalah hanya satu AM, sehingga ketimbang dua AM, gw cenderung mendorong satu orang lebih ke depan. Sayap kiri yg ditinggal kan Heri, cukup kosong. Determinasi heri disini sangat tinggi dan mobil plus stamina yang melimpah. Gw sendiri bersedia ditempatkan diposisi ini karena menurut gw posisi sayap kanan depan yg tadinya gw tempati banyak yg bisa mengisi,,,misalnya fabul, ixn, edri. Dengan demikian, posisi di sayap kiri depan yg tadinya diisi Made, bisa diisi dari salah satu AM yang tersedia. Penyerang tengah..mungkin sepeninggal dani,,,tara,,kita bakal kesulitan,,,tp hmif masih memiliki talenta-talenta seperti Dede,Alsa, yang bisa dipasang disini. Untuk kiper,tidak perlu khawatir,ada Ical dan Riga. Barangkali demikian. Pilihan di belakang cukup beragam, mulai dari Agus, Titz,dan Radit.

Formasi selanjut nya yg gw pikirkan adalah 3-5-2. Perbedaan mendasar adalah tipe wing back yang hadir ketimbang penyerang sayap. Dengan demikian pola penyerangan akan berpusat ditengah dengan sesekali ada juga serangan dari sayap. Sayap kanan yg bertipe cepat seperti fabul bisa ditarik menjadi wing back yg tetep punya mbillitas sangat tinggi. Tetapi muncul permasalahan psosisi dua gelandang bertahan disini. Bayu tetep bisa mengisi dan Halim bsa bergeser kesini. Lagipula ada Veri, Edri bahkan Surya yang bs dipasang disini. Di depan tidak ada perubahan kecuali penyerang yang tinggal berdua. Lebih baik dua orang ini punya tipe yang berbeda, misalnya satu tipe killer, shooting yang keras tanpa neko-neko, dan satu lagi tipe yang baik dribbling dan bisa membuka ruang serta membangun peluang.

Formasi apapun yang dipilih nantinya barangkali berbeda dengan pemikiran ini. Tp, tetep aja apapun strategi tim,semua anggota harus bisa patuh dan menjalankan fungsinya masing-masing. Posisi baru barangkali gaya main pun mesti baru.

3 thoughts on “Posisi baru musti gaya baru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s