festival desa sanur

Dari tanggal 10 hingga 16 agustus 2009 kemaren, selama seminggu, kota Denpasar menambah lagi pusat keramaian sekaligus objek wisatanya, yaitu festival desa sanur – lebih dikenal dengan sanur village festival. Dan sebagai mahasiswa KP di Bali yang mulai kehabisan tempat berpelesir, kehadiran sanur festival bener-bener membawa anging segar.

Saya sampai dua kali pergi ke sana, pada hari Jum’at malam dan pada hari minggu penutupan. Sekilas saya perhatikan ketika kedatangan pertama saya disana, sanur festival ibarat <nama kota> fair lainnya namun dibungkus dengan nuansa budaya yang sangat kental. Selain stand makanan, terdapat stand toko yang menjual souvenir khas Bali, sebuah mainstage yang diisi pertunjukan tari kecak, tari cina dari cina foundation dan Steven Coconut Treez dan stand permainan untuk anak-anak. Saya merasa aneh apa iya sanur village festival hanya segini saja ?

Jawaban pertanyaan saya muncul di hari penutupan. Ternyata memang sanur festival selama seminggu, selain menggelar stand-stand yang terpusat di satu area, memiliki beragam acara yang menarik dan dapat kita ikuti beberapa. Ada penanaman coral (coral plantation), sanur bike, water sport, beragam olahraga di pantai – bola, voli-, kite festival, body painting, live painting, pentas rakyat, lomba bonsai, live batik dan beraneka rupa acara lainya. Saya hanya sempat lihat beberapa, seperti kite festival dan body painting.

Pada area kite festival bisa lihat perlombaan layang2 berbentuk aneka rupa, antar-desa di Bali. Bentuknya lucu-lucu. Ada yang kura-kura, kobra, gurita, ikan pari dan bola. Layang-layang itu mudah berkibar karena diterpa angin laut sanur yang kencang. Kalau body painting menampilkan sejumlah model yang mengenakan hanya penutup – semacam bra – dan celana pendek berwarna putih. Kemudian terdapat sejumlah painter yang melukis di atas tubuh sang model. Nah, disini area yang banyak sekali didatangi oleh lelaki – dasar, emang laki-laki senengnya yang begituan.

Sanur festival kali ini adalah yang keempat kalinya diselenggarakan dan memang selalu bertepatan dengan minggu-minggu hari kemerdekaan Indonesia. Acara ini juga menjadi unggulan masyarakat setempat untuk menarik lebih banyak wisatawan agar berkunjung ke sana. Sanur festival keempat kali ini, tempat nya berpindah. Biasanya berada di terusan pantai jalan Hang Tuah, pusat pantai Sanur yang berada di dekat Grand Inna Beach. Kali ini diadakan di Pantai Mertasari, sekitar 3 km dari tempat biasa.

Yang menarik, dari Sanur festival ini saya membawa cendera mata. Jadi ceritanya, pada hari Jum’at itu di main stage terdapat pembagian hadiah. Syaratnya adalah, siapa yang berani maju lebih dulu ke panggung utama sambil memperlihatkan foto pacarnya ke sang MC. 100% pede dengan foto yang ada didompet ,saya kemudian maju ke depan. Sang MC pun bertanya yang mana foto saya bersama pacar itu. Saya tunjukkan foto di dompet saya, bisa dilihat disini . Seperti biasa bagi orang yang pertama kali melihat selalu berpendapat , “Wah, cantik ya pacarnya … “, saya sudah menunggu juga kalimat lanjutan yang biasanya berbunyi ” … kok dia mau sama …” yang ternyata tidak atau mungkin lupa dia katakan. Selanjutnya tantangannya adalah meminta saya mengucapkan rasa sayang sama pacar dengan menggunakan mikrofon di depan semua orang. Gak sulit toh, bedanya saya hanya perlu mengucapkannya di depan semua orang alih-alih kepada iir seorang. Supaya gak terlalu serius saya mengucapkan kalimat “aku sayang kamu” dalam bahasa Inggris, cina, jawa,jepang dan jerman. Setelah diberi tepuk tangan seikhlasnya dari hadirin saya pun diberikan kenang-kenangan dari sanur festival.

menerima souvenir di sanur village festival
menerima souvenir di sanur village festival

Pas hari minggu penutupan, saya juga ikutan doorprize. Waktu itu ada pertanyaan tema sanur festival tahun ini apa. Jawabannya padahal ada di baligo di dekat si MC berdiri. So easy. Saya pun maju kembali dan mendapat satu tiket gratis untuk berkunjung ke Bird Park. Sayang, mungkin nggak bisa dipakai karena alasan waktu dan jarak. Haha …

5 thoughts on “festival desa sanur

    1. justru jadi lebih mudah…
      tinggal diajak ke depan panggung
      lalu lakukan adegan romantis
      tak perlu kata-kata lgi kan kalau udah gitu :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s