kuTA

Memasuki masa minggu terakhir masa kerja praktek di kuTA – Bali. Overall, pekerjaan mhasiswa KP cenderung sudah selesai. Yang tinggal adalah masa pelaporan dan review kerja praktek di hadapan manajemen Mitrais. Kalau misalnya serupa dengan tahun lalu, berarti kami akan melakukan presentasi dengan bahasa inggris :(( di depan top manager Mitrais. Tapi, sampai saat ini belum ada pengumuman sejenis dari koordinator internship mau pun project manager di mana mahasiswa KP ikut ambil bagian dalam pengerjaan.

Meski demikian, masa kerja praktek saya mengharuskan saya untuk tidak masuk kuliah selama dua minggu pertama. Walaupun tidak masuk, status beberapa teman di messenger client sudah membuat dan ikut menularkan horor yang sama kepada kami disini. Ya, liburan dikuTA adalah sangat menyenangkan. Akan lain halnya jika kata ku di ekstrak dari kata kuTA menyisakan TA :p . Apakah masi menyenangkan ?

Ternyata, tanpa disadari, tiba juga saatnya kita mahasiswa angkatan 2006 memasukkan pikiran tentang TA dalam keseharian kita. Mengutip kata agus dalam percakapan kami sebelum ini, mau makan kepikiran topik TA, mau tidur kepikiran topik TA, tidak tenang rasanya. Belum lagi rumor yang mengatakan umur TA I dan TA II sekarang adalah satu semester. Ternyata, beginilah yang dirasakan teman-teman 2005 tahun lalu. Dan, akhirnya pencarian topik juga sudah menjadi keharusan yang saya lakukan. Ketika bercakap-cakap dengan salah satu oknum 2005, saya bertanya, bagaimana memulai pencarian topik TA, dia berseloroh , “Topik itu akan datang disaat yang tepat”. Jah, saat yang tepat itu kapan kan kita tidak tahu.

Mari kita berjuang teman-teman, TA adalah puncak atau titik klimaks dimana kita menyediakan jiwa dan raga untuk menyelesaikan studi kita selama bertahun-tahun di teknik informatika ITB.  Berikut adalah hal-hal yang saya lakukan dan hal-hal yang terpikirkan oleh saya untuk mencari ide topik TA yang saya lakukan sejak akhir Juni 2009 lalu :

1. Mengunjungi Perpustakaan digital atau langsung teknik informatika/ilmu komputer di universitas dan institut di Indonesia atau luar negeri

Biasanya perpus seperti ini menyediakan judul-judul tugas akhir beserta abstraknya. Yang kita lakukan disini adalah mengamati judul-judul tersebut, membaca abstrak judul yang menarik buat kita. Membaca dan terus membaca hingga suatu saat kita mencapai tahap “Ahaaa…. “. Bukan berarti kita akan mengulangi hal yang sama telah dilakukan orang-orang itu, tetapi kita berusaha mentrigger otak kita untuk mencari ide-ide berdasarkan apa yang telah orang lakukan. Oh iya, tidak hanya TA saja, kita juga bisa membaca2 makalah-makalah, jurnal atau pun riset yang pernah dilakukan. Niscaya banyak ide berputar dikepala, tinggal pilih yang memungkinkan untuk dikerjakan. Jangan juga mempersulit diri untuk lulus :p. Berikut link yang cukup useful

IT Telkom – http://www.ittelkom.ac.id/library/

ITB – http://digilib.itb.ac.id/

UI – http://lontar.cs.ui.ac.id/Lontar/opac/themes/ng/

atau  bis googling – ehm, binging juga bisa – dengan keyword semacam topik tugas akhir, skripsi dan sejenisnya.

2. Berdiskusi dengan angkatan atas – teman yang sudah mengambil TA

Saya banyak berdiskusi dengan teman-teman seperti Bung Nanto (terbukti maknyus lulus tepat waktu ), Vinta, Ewa, Adi dan beberapa rekan lain untuk menanyakan proses pencarian ide topik TA mereka. Berdiskusi disertai canda disana-sini dapat menambah pengalaman kita bagaimana mereka yang sudah mengerjakan TA mendapat an ide, proses apa yang mereka lakukan, mungkin sebagian ada yang bisa kita contoh. Dan tidak menutup kemungkinan, jika kita melakukan proses yang sama, mirip atau diadaptasi oleh cara masing-masing akan menghasilkan tahap “Ahaa…” dimana kita menemukan topik TA untuk dikerjakan.

3. Bertanya tentang MINAT kepada diri sendiri , teman atau pun dosen wali

Hal ini saya lakukan juga sebelum berangkat ke Bali. Sadar bahwa perwalian akan diwakilkan Andru – thx andruuu.. – sebelum berangkat ke kuTA saya pun sempat menjalani satu jam sesi bersama Pak Adi. Beliau memberikan wejangan yang cukup berharga, motivasi dan wanti-wanti. Satu hal yang pak Adi tekankan, jika TA itu sesuai dengan minat kita, maka kita akan lebih Allout dalam mengerjakannya. Misalnya anda suka sepakbola – cari sesuatu yang bisa dilakukan dengan sepakbola. Reyhan 2004 sudah membuktikan ketika dia menyelesaikan TA dengan topik prediksi skor pertandingan dengan metode ARMA. Titz bahkan sudah berikrar ingin melakukan sesuatu untuk sepakbola, fahmi juga demikian. Sementara setahu saya ical – yang senang kode-kode tersembunyi – tampaknya memastikan diri akan mengambil topik sesuatu seperti kriptografi dan semacamnya. Mengerjakan TA sesuai dengan minat memang dianjurkan sekali karena membuat kita merasa senang -tidak terbebani – dalam proses pengerjaannya.

4. Me-LANJUTKAN! apa yang sudah pernah dilakukan

Metode ini saya lihat dilakukan beberapa rekan yang sudah bergelar ST atau akan bergelar ST dalam waktu dekat. Tidak ada salahnya melanjutkan apa yang sudah pernah dilakukan, tentu dengan menambah kekompleksan atau titik pendekatan pembahasan yang lain atau apapun itu yang jelas LANJUTKAN. Dengan demikian apa yang sudah pernah kita lakukan akan menjadi modal yang sangat besar bagi kita dalam melaksanakan TA. Misalnya, Vinta , melanjutkan apa yang dikerjakannya dimasa KP. Budiono, saya lihat mengembangkan topik yang pernah dibahasnya di makalah kriptografinya,sementara bung Naren membahas topik yang mengantarkan dia menjadi pemenang LCEN tahun nya saya lupa. Menarik, melanjutkan apa yang sudah dilakukan. Misalnya, tim big bang sangat potensial bila MOSES dikembangkan lebih lanjut dan lain-lain.

5. Mendapatkan Topik TA dari dosen

Ada pula beberapa dosen di IF yang memiliki banyak topik penelitian ,dan dapat diserahkan kepada rekan-rekan mahasiswa untuk dikerjakan. Misalnya baru-baru ini Pak Hendro mengumumkan topik yang beliau tawarkan melalui kak Inay di milis tentang DRP. Saya dengar angkatan 2005-2004 banyak yang mengerjakan topik dari Bu Harlili. Waktu bermain futsal pertama di klub futsal Mitrais dan bercakap-cakap dengan Meyer, dia pun bertutur bahwa mendapatkan topik dari Pak Munawar. Cara ini juga sangat efektif jika teman-teman memiliki dosen yang sudah cukup kita kenal atau cukup dekat. Misalnya Chandra dengan bu Masayu, dan sebagainya :p

6. Punya pacar di bidang ilmu berbeda

Dari akhir juni hingga awal agustus, saya telah melakukan proses 1 hingga 4  – yg ke-5 belum dicoba – namun tahap Ahaaa itu belum juga muncul. Malah tahap Ahahahaha yang sering keluar. Akhirnya berawal dari pembicaran senang-senang bersama iiR di telepon, dengan sangat cerdasnya ia mengusulkan sesuatu yang ia dapatkan dari pengalamannya praktikum di kedokteran gigi. Sungguh sangat menarik. Untuk studi awal saya pun mulai googling dengan ide yang dilontarkan sang pacar ini. Meski sudah ada beberapa yang melakukan riset serupa, saya akan mencari pendekatan lain, yang berbeda, yang bisa dilakukan agar menjadi karya unik TA milik saya 😀 . Sungguh, akhir-akhir ini terlontar dikepala saya,,,wanita adalah sumber inspirasi. Sungguh. Ternyata pendekatan model ke-6 lah yang cocok buat saya dan berhasil buat saya.

7. Cara-cara lain yang belum diketahui

Karena cara-cara ini belum diketahui saya pun belum dapat menulis apa-apa.

Semangat, kuTA !!!

7 thoughts on “kuTA

  1. bismillah..
    smoga TA dan karil kita lancar..lulus..biar bisa merancang masa depan lainnya..haha..aamiiin
    smangat2..saya sgt mendukung “karya unik”nya segera rampung 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s