konsep yang tidak sederhana

Pada suatu malam,pembicaraan di kamar kosan ketika saya masih menjalankan masa KP di bali dan kebetulan Aloy menginap di kamar saya malam itu, kita sempat berbicara sedikit tentang masa depan. Masa depan kita, setiap lelaki, entah kenapa selalu memunculkan bayang-bayang dengan siapa kita akan membentuk keluarga nantinya. Yaaa… tentu,,,setiap lelaki normal ingin membentuk keluarga yang mereka idamkan, bersama wanita yang dicintai.

Salah satu pembahasan yang agak panjang adalah bagaimana meyakinkan kita bahwa,wanita yang kita pilih adalah yang terbaik untuk kita. Jadi ingat salah satu dialog dalam film proposal daisakusen yang mengatakan “bagaimana kita bisa yakin orang ini adalah yang terbaik, Bisa jadi setelah ini kita bertemu orang yang lebih baik, bisa jadi juga tidak. Tapi bagaimana kita bisa tahu kita akan bahagia ?”. Malam itu Aloy mengungkapkan quote dewa, yaitu “Jika kita pernah bertanya sekali saja… is she the one ? maka jangan pernah menikahi orang itu”. Menurut bung Aloy, jika kita sekali saja pernah bertanya seperti itu maka berarti terdapat ketidakyakinan yang dapat menjadi butterfly effect dikemudian hari. Dalam artian, jika seorang wanita akan cocok untuk kamu, maka seyogyanya tidak akan pernah muncul pertanyaan ragu seperti itu. Terlalu ideal kan ya ?

Terlepas dari apakah saya sudah pernah bertanya seperti itu atau tidak, beberapa waktu yang lalu muncul lagi konsep yang tidak sederhana, yang tidak dapat saya pahami dengan cepat. Yaitu, konsep “cinta itu menerima apa adanya “. Sederhana dari segi redaksi tapi entah mengapa sangat menggelitik hati saya.

Di jaman serba realistis ini, saya meragukan keabsahan konsep nan cemerlang di dunia percintaan ini. Kalo kata Obi, jaman sekarang “cinta dikecapin juga gak enak” alias cinta saja tidak cukup. Implikasinya adalah bermodal cinta, belum ada jaminan kita bisa menerima seseorang apa adanya. Atau sudah cukup cinta saja ? Anda yakin ? Coba renungkan kejadian berikut :

1. Anda dan pasangan anda, dua orang yang saling mencintai, sudah sangat nyaman satu sama lain dan ada keinginan untuk menikah . Sebelum menikah, baru diketahui salah satu dari anda ternyata tidak dapat memberikan keturunan. Bagaimana ya kira2 kelanjutan hubungannya ? Adopsi saja cukup ? Apakah kodrat seorang wanita untuk menjadi ibu tidak akan bergejolak ? bagaimana keinginan untuk menjadi ayah ?

2. Lebih ekstrim lagi, sebelum menikah, anda ketahui pasangan anda mengidap virus HIV. Bukan berarti dia sudah bertindak tidak benar, ada kemungkinan suntikan toh ? atau narkotika ? Tapi yang jelas virus ganas nan tidak ada obatnya itu sudah bersarang di dalam tubuh pasangan anda. Anda lanjutkan hubungan itu ? Yakin ? Tidak takut ?

3.  Sebelum menikah, tau2 anda jatuh bangkrut, mungkin anda harus mulai dari berjualan bakso, bisa jadi pergedel atau gorengan. Dijaman serba sulit, bagaimana anda meyakinkan pasangan anda untuk menerima anda apa adanya ? Bisa atau tidak ?

4. dll

Sungguh,,,pertanyaan dan keadaan2 itu membuat saya sedikit meyakini kisah cinta rome dan juliet hanya akan tinggal dalam karya sastra nan indah atau dalam layar kaca semata. Zaman sudah berubah dan membuat manusia yang ada di dalam nya juga berubah.

Tak berapa lama ini saya berdiskusi dengan iiR mengenai konsep menerima apa adanya itu, dengan kondisi2 seperti tadi. Meski sama2 tidak munafik, ada harapan bahwa mungkin saja ada orang yang seperti itu. Atau dalam arti lain bisa jadi dalam hati masing2 kami berharap kami adalah orang-orang seperti itu (sekali lagi saya tpi tidak munafik lho).

Akan tetapi, jawaban yang sangat terang benderang, bermakna dan dapat dipahami oleh otak yang sedang jumawa sekalipun.. datang dari kata-kata bung hari bagus, hari ini, di tengah perjalanan kami dari labtek V menuju parkiran SR. Dan saya, dengan segenap hati, menyetujui teori yang meski diragukan keberanannya ini tapi sangat masuk akal dan relevan. Ya, cinta itu adalah menerima dengan penuh pertimbangan. Jikapun pada akhirnya anda menerima “apa adanya” yang sangat dekat sekali dengan konsep pasrah,,pastikan itu sudah melalui pertimbangan anda…dan jalani konsekuensinya.

Terima kasih bung harbag.

9 thoughts on “konsep yang tidak sederhana

  1. pertimbangan2 setiap orang pastinya beda2, tapi yang pasti pertimbangan yang paling sempurna adalah bukan untuk memilih orang yang akan memberikan semuanya, tapi memilih orang yang bisa melengkapi dan menyempurnakan hidup

  2. gw baca postingan ini.. entah ya…. ngerasa ada yang sedikit mengganjal, tapi kalo dipikir-pikir emang bener juga seh…
    tapi kalau menurut gw yang namanya “mencintai apa adanya” itu bukan pasrah, seh, tapi ketulusan…

  3. kalo lu dah nonton HIMYM sea04 eps terakhir…

    Stella Zinnman said : “Don’t worry. The right girl will come to you and say ‘I am running as fast as i can to get here’… ”

    Intinya, for you guys, tenang aja, cewe yang tepat untuk anda mungkin sedang dalam perjalanan mereka untuk bertemu anda!

    HIMYM memang great story. totally awesome!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s