Why Multipoint Technology ?

Layaknya kemunculan teknologi baru, atau apapun itu sesuatu yang baru biasanya kita terjebak dengan pertanyaan “Mengapa harus …. “ (… diganti sesuai dengan kebutuhan). Misalnya dulu ketika Iphone muncul maka terngiang2 di telinga kita, “Mengapa kita harus pindah ke Iphone ?”, atau ketika Microsoft merilis Bing sebagai mesin pencarinya maka kita mulai bertanya2 “mengapa Bing, tidak yang lain ?”.

Wajar saja jika muncul pertanyaan demikian. Memang sudah lumrah jika kita manusia harus memiliki alasan yang jelas untuk melakukan sesuatu. Jauh sebelum Microsoft merilis Multipoint SDK v 1.5, beberapa teman saya sempat bertanya kepada saya , ada apa gerangan kok mau-maunya belajar atau mencoba-coba teknologi tersebut. “Why Multipoint ?”. Daripada susah-susah berpikir untuk mencari jawaban yang sangat logis waktu itu saya menjawab “Why NOT ? It’s fun at all”.

Yah, memang itu kan alasan yang paling simpel. Belajar dan bikin aplikasi Multipoint yang terlitas di benak saya pertama kali adalah : IT’S FUN. Menyenangkan bukan melihat di monitor ramai sekali kursor2 menari-nari .Hehe …

Sebenarnya tentu saja ada keuntungan eksplisit yang dapat kita raih jika mengimplementasi solusi berbasis Multipoint. Melalui web resminya, terdapat state of benefits jika kita mengembangkan aplikasi dengan teknologi Multipoint. Tulisan ini saya rangkum dari web site resmi tersebut.

Bagi developer atau ISV yang cukup sering bergerak di area edukasi, maka dengan adanya Multipoint kita dapat men-deliver konten2 pendidikan dengan cara yang baru dan lebih interaktif sesuai dengan kebutuhan sekolah. Selain itu area ini tergolong pangsa pasar yang baru dan segmented karena menawarkan sekolah atau pemerintah nilai lebih terhadap teknologi atau infrastruktur yang telah diinvestasikan. Dan yang utama adalah inovasi dengan Multipoint dapat dilakukan dengan teknologi yang familiar lebih dulu yaitu WPF dan Microsoft .NET.

Bagi sekolah tentu saja solusi Multipoint dapat menawarkan sesuatu yang memenuhi budget rendah yang biasanya dimiliki sekolah (terutama pada negara berkembang) namun tetap dapat menghadirkan teknologi ke dalam ruang kelas, dalam rangka memperkecil rasio gap teknologi dan informasi. Dengan adanya solusi ini, sekolah dapat meningkatkan jumlah siswa yang dapat mengakses teknologi  komputer dengan hanya menambakan peralatan yang relatif murah : mouse untuk tiap siswa. Dan, tentu saja, sekolah dapat menggunakan komputer yang sudah ada karena dapat berjalan di setidaknya 3 OS terakhir keluaran Microsoft asalkan terinstall .NET runtime.

Bagi guru dan siswa sendiri, maka solusi Multipoint dapat menyediakan tools untuk menyampaikan konten dengan lebih menarik, penilaian secara real-time, lebih banyak siswa yang dapat turut serta dan mendukung kolaboratif antar siswa sehingga menghasilkan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan.

Sejauh ini aplikasi yang paling mature yang dibuat developer Indonesia setahu saya adalah keluarannya Pesona Edukasi seperti Amazing Concert (belajar musik bersama), DigiCarnival (belajar matematika bersama2) dan Monkey Rescue (belajar kata bersama). Amazing Concert sendiri menjadi salah satu showcase pada web resmi Multipoint yang dapat kita download dan dicoba sendiri. Selain itu tentu saja game VEDA karya tim CAHAYA ITB (kebetulan saya termasuk anggota tim tersebut) dan MultipointCardGuess (kalau boleh itu dibilang aplikasi) hasil coba-coba saya untuk melengkapi ebook yang pernah saya buat (sudah dijelaskan pada blogpost sebelum ini ).

2 thoughts on “Why Multipoint Technology ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s