Beberapa Mitos Tugas Akhir

Sudah hampir setahun rasanya saya memulai pengerjaan tugas akhir saya. Alhamdulillah, selama setahun banyak pembelajaran yang saya dapatkan. Tugas akhir, sesungguhnya adalah sebuah proses panjang, dan masing-masing orang tentu berbeda cara dan rupa dalam menghadapinya. Begitu pula tantangan yang dihadapi, tidak ada yang sama satu dengan yang lain. Tentunya hal ini dikarenakan konsentrasi topik yang berbeda-beda sehingga membutuhkan pendekatan yang berbeda pula.

Beberapa waktu yang lalu saya sempat satu meja menikmati makan siang dengan beberapa rekan angkatan 2007. Satu orang menanyakan topik TA yang sedang dikerjakannya. Lain waktu saya melihat beberapa rekan di lab yang mulai menggeluti bahan-bahan tugas akhirnya. Saya pun entah karena apa merasa sedikit punya tanggung jawab untuk bercerita apa yang saya alami. Ya, saya tidak bermaksud menggurui mereka . Alih-alih saya selalu bercerita tentang pengalaman saya dalam mengerjakan TA. Maksudnya adalah barangkali ada hal positif yang bisa ditarik berdasarkan pengalaman itu.

Tugas Akhir harus selalu sukses

Segara jauhkan pandangan ini sebelum terlalu membungkus anda lebih dalam. Tugas akhir, bukanlah hasil yang ingin dilihat oleh para dosen di informatika. Bukan. Tapi proses pengerjaannya. Proses pengerjaan tergambarkan dalam seksi-seksi di dokumen tugas akhir anda. Mengapa ini penting ? Karena bisa jadi kita terpaku untuk kesuksesan ini sehingga amit-amit harus membenarkan data atau memperbaiki data sehingga hasilnya bagus. Tidak perlu memaksakan 100% keberhasilan perangkat lunak yang dihasilkan dalam menyelesaikan suatu masalah. Tapi, yang terpenting adalah kita dapat menjelaskan perihal tingkat kinerja perangkat lunak itu. Oh, aplikasi saya hanya akurat sebesar 60 % . Tidak apa-apa. Tapi anda harus paham kenapa tingkat akurasinya hanya mencapai 60%. Apakah metode yang dipilih kurang tepat. Atau ada masalah apa ? . Oh, aplikasi saya hanya dapat menangani data dengan tipe seperti ini . Ya sudah, tidak apa-apa. Tapi pastikan kita mengerti mengapa hal itu dapat terjadi.

Here is the fact, kegagalan atau ketidak berhasilan dalam ilmu pengetahuan sesungguhnya juga merupakan suatu penemuan. Dan itu tetap penting. Misalkan dengan metode x anda tidak berhasil menyelesaikan masalah y. Apakah berarti anda gagal ? Tidak. Justru Anda sudah menemukan bahwa metode x tidak dapat digunakan untuk masalah y. So, next time ilmuwan lain dapat mencoba metode lain karena anda sudah menemukan bahwa metode x tidak dapat digunakan. Kerjakan dengan sungguh-sungguh, pahami hasilnya dan berikan penjelasan. It should be enough.

TA1 = 50% dari proses Tugas Akhir

Jangan terjebak . Sungguh jangan terjebak. Seperti kita ketahui bersama bawah di teknik informatika pengerjaan tugas akhir dibagi menjadi dua semester, TA 1 dan TA 2. Di beberapa jurusan lain hal ini tidak ditemukan. Biasanya, TA1 akan mencakup pengerjaan proposal dan pengerjaan dokumen hingga bab dasar teori. Sedangkan TA2 adalah pengerjaan hingga selesal. Can you see how much your remaining works after TA1 ?

Jadi jangan cepat merasa terbuai bahwa dengan selesainya TA 1 maka 50% dari tugas akhir kita sudah selesai. Big NO. Hal ini saya perhatikan dialami oleh beberapa rekan 2006 termasuk saya sendiri. Begitu TA1 selesai, tidak segera dibarengi dengan pengerjaan TA2. Hal ini akan berbahaya karena ketika kita berhenti seminggu atau dua minggu saja dalam mengerjaan TA kadang menjadi sulit  menumbuhkan keinginan untuk mengerjakannya kembali. Apa yang sudah berhenti, kadang sulit untuk memulai.

Tapi tolong dicamkan sekali lagi, bahwa begitu TA1 selesai, proses TA2 atau boleh saya katakan proses yang sebenarnya dalam mengerjakan tugas akhir itu pun dimulai. So, manage yourself!

Kuliah dikit = waktu untuk TA jadi banyak

Nah, ini juga hati-hati. Kadang disemester sangat akhir , misalnya semester 8, jumlah kuliah yang kita ambil dan berbarengan dengan TA sangat sedikit. Seringkali justru kita hanya menyisakan TA saja karena di tingkat sebelumnya begitu rajin menambah SKS kuliah. Hati-hati, ketika kuliah tidak ada lagi, dan tidak ada kewajiban untuk di kampus, kosan menjadi tempat yang seringkali memiliki aura kurang menarik untuk mengerjakan TA. Alih-alih TA mungkin waktu kita akan diserap untuk browsing internet , maen game, twitter, facebook, foursquare,,,,sebut aja. Bahaya. Kecuali motivasi kita begitu tinggi, yang mana menurut saya jarang dimiliki mahasiswa-mahasiswa normal maka hal ini harus ditangani dengan baik.

Cara yang saya lakukan adalah dengan tetap mengambil 1 kuliah sehingga mewajibkan saya tetap datang untuk ke kampus. Selain itu, dengan sering nya saya ke kampus , dan bertengger di lab tempat saya menjadi asisten, aura pengerjaan menjadi lebih baik dibandingkan kosan sendiri. Salah satu penyebabnya menurut saya adalah peer pressure. Melihat teman-teman kita rajin mengerjakan tugas akhirnya sedikit banyak akan memacu semangat tidak mau kalah kita. Hal ini positif, Dan dapat dijadikan strategi untuk terus memotivasi pengerjaan tugas akhir.

Mudahnya bekerja dengan data

Kadang tugas akhir kita membutuhkan sejumlah data. Beberapa data dapat kita peroleh sendiri via internet atau akusisi data dengan aplikasi yang kita bangun sendiri. Beberapa lainnya, harus dari sumber lain. Berhadapan dengan sumber lain akan menimbulkan permasalahan tersendiri. Bagi teman-teman yang membutuhkan data dari orang lain, misalnya pemerintah atau universitas lain. Berhati-hatilah. Pengurusan izin dapat menjadi hal yang sangat mengesalkan. Negeri ini sudah terkenal dengan birokrasinya yang cukup ruwet, lama dan tidak transparan. Bila Anda berpikir, “Ah, nanti saja mulai mengurus izin ketika mau ngambil data, semester depan kalau begitu” maka anda sudah membenamkan satu kaki anda ke lumpur yang dapat menenggelamkan tubuh anda.

Urus dari sekarang. Seriusan. Dari sekarang. Bukan apa-apa, pengurusan seperti  ini masih membutuhkan surat menyurat resmi dari prodi ke organisasi yang dituju. Bisa bolak-balik jadinya. Bisa pula ditolak, atau salah tujuan. Bisa diping-pong, disposisi ke bagian bawah. Bawahan bertanya lagi ke atasan. Surat yang tidak sampai. Ah, sudahlah. Kadang-kadang mengesalkan. Tapi sayangnya hal ini tidak terhindarkan sehingga jalan satu-satunya adalah uruslah sejak dini.

Mungkin bagi yg mengurus ke pihak swasta bisa lebih cepat. Gunakan lah orang dalam jika ada. Hal itu akan sangat membantu. Bekerja dengan data kalau hanya berpikir itu merupakan  hal yang sederhana dan dapat dilakukan ketika proses pengerjaan adalah hal yang keliru. Mulai dari sekarang . Urus suratnya. Bangun hubungan baik. Jangan lupa berterima kasih jika sudah dibantu. Sedikit tanda syukur akan lebih baik.

Banyak kegiatan menunda kelulusan

Hm, ini cukup fifty-fifty. Tapi kalau saya melihat teman-teman sekitar rasanya banyaknya kegiatan tidak dapat dijadikan alasan yang utama. Saya melihat beberapa rekan masih sibuk dengan organisasi ditahun terakhirnya tapi lulus juga tanpa tertunda. Rekan yang lain sibuk di luar, jadi reporter lah, jadi penulis dimajalah atau organisasi luar kampus juga dengan sukses tidak menunda kelulusan. Teman saya yang lain bahkan ikut lomba selama 1 tahun terakhir dan tetap lempeng lulus tanpa tertunda.

Kuncinya disini sesungguhnya adalah time management. Mudah diucapkan, sulit dilakukan. Tapi salah satu strategi sukses yang teman saya gunakan adalah, 2 hours daily untuk menulis dokumen. It should help you a lot. Dengan mencicil tiap hari, biasanya kita jadi tetap terjaga motivasi. Tetap dapat mengerjakan hal-hal lain diluar tugas akhir. Tugas akhir sebaiknya juga tidak mengungkung kita hingga sampai melupakan sosialisasi, bermain dan mengerjakan hal-hal menyenangkan lainnya. Kami sambil mengerjakan tugas akhir selalu bermain bulutangkis di gor cisitu . Atau maen futsal. Atau nonton bioskop.

Itu adalah beberapa mitos yang saya perhatikan. Tapi, hei, kenapa Anda harus percaya sama saya sedangkan saya tergolong orang-orang yang menunda kelulusan setidaknya dengan seluruh alasan diatas :). Begini teman, saya melakukan kesalahan supaya Anda tidak mengulanginya lagi. Semoga membantu.

4 thoughts on “Beberapa Mitos Tugas Akhir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s