Keping 4 – It’s Even Not The End

Teman-teman, setelah bercerita panjang lebar mulai dari Keping Satu, dua , dan tiga, inilah saatnya tahun terakhir saya di masa kuliah terkuak. Harusnya keping 4 ingin saya munculkan pada hari wisuda saya namun karena satu dan lain hal tidak terlaksana. Apa yang terjadi di tahun ini ? Well, I’ll say it’s pretty well. Alhamdulillah saya dapat mencapai beberapa hal yang ingin saya capai dan mendapat pengalaman baru lagi.

Mengejar Mimpi

Dahulu waktu di SMA , saya senang mengikuti banyak kegiatan perlombaan. Bagi yang berpikir saya hanya mengikuti lomba akademis dengan senang hati saya akan menyangkalnya. Tidak. Saya mengikuti kegiatan perlombaan sastra (puisi, cerpen, pantun), kesenian (nari, vocal group, nasyid) dan olahraga ( sepakbola). Beberapa ada yang mendapatkan juara I, II atau III, ada pula yang hanya membawa saya jalan-jalan sampai Taman Mini atau Jogjakarta. Tapi begitulah prestasi non-akademik akan memperlengkap hidup atau itu hanya perasaan saya saja ?

Beranjak masuk kuliah, ada satu mimpi yang belum terlaksana, yaitu memiliki prestasi di bidang non-akademik. Mengapa hal ini begitu penting ? Hanya ingin memuaskan hasrat pribadi saja. Let’s say I envy  people could get that thing while I didn’t. Percobaan ini saya mulai di tingkat 3, mulai dengan Imagine Cup dan dilanjutkan dengan INAICTA. Keduanya tidak berujung dengan kesuksesan tapi saya belajar satu hal : untuk sukses butuh pengorbanan dan persiapan matang. Itu yang coba saya lakukan.

Pertama adalah berusaha mengikuti kompetisi Gemastik 2009, bareng Andru, Ical , Aloy dan Dilla. Cerita versi panjang tentang ini pernah saya posting tahun lalu disini. Versi pendeknya, setelah melalui usaha keras 3 bulan lamanya, berpisah jarak karena masing-masing diantara kita KP (Jakarta, Bali), latihan, berantem-berantem dan sempat sakit 2 jam sebelum presentasi (langsung sehat berkat obat Nadhira) Alhamdulillah tim berhasil memenangkan kategori Game Development. Berikut video pendek tentang game yang kami bangun :

 

Game ini menggunakan teknologi Multipoint untuk game edukasi. Dengan teknologi ini meski hanya tersedia satu komputer, tetap dapat digunakan secara bersama-sama oleh beberapa siswa asal tersedia mouse sejumlah siswa. Pengalaman yang menyenangkan. Meski hingga saat ini game ini masuk fase mati suri, meski pernah diajak kerja sama bareng sama vendor game di Bandung, kita belum punya rencana lebih jauh tentang ini. Selain menang di kategori itu, kebetulan sekali kita juga ikut kontribusi ke ITB, karena dengan sumbangan 1 emas menambah pundi-pundi emas dan ITB pun menjadi juara Umum di gemastik tahun itu.

imageimage

Selepas dari gemastik, jujur sekali ,saya sudah cukup puas karena akhirnya target saya tercapai. Pada titik ini saya merasa bersyukur. Tapi, Aloy dan Ical terutama merupakan orang yang membakar semangat saya untuk mencoba satu lagi,,,yaitu Imagine Cup. Saya ,Tito dan Andru pernah punya pengalaman senang-susah tahun lalu, semantara Aloy dan Ical punya pengalaman yang tidak menyenangkan karena ini. Ternyata ada rasa penasaran yang amat dalam dan akhirnya mereka berhasil mematahkan pendirian saya untuk tidak ikut Imagine Cup. Begitu pilihan jatuh untuk ikut, target berubah, fokus dan mengindahkan hal-hal lain (termasuk TA, =)) ).

Kisah Imagine Cup 2010, tidak dapat dibahas hanya dalam satu posting. Bahkan satu buku. It is really awesome. Bener-bener pengalaman yang tidak terbayar dalam hidup saya. Versi panjangnya, saya siap bercerita bagi anda yang ingin bosan mendengarnya,,,,karena saya masih hafal tiap detiknya  tapi untuk versi pendek. Imagine Cup 2010 benar-benar menyita waktu kami. Berusaha memenangkan kompetisi berat ini. Kita rapat tiap bulan. Progress. Kadang begadang juga apalagi kalau sudah didekat deadline. Konsultasi ke beberapa orang, pak Budi Rahardjo sampe kenalan beliau di Manitoba. Banyak diskusi sama Vinta, dan temannya mba Rachel yang notabene aktivis UN.

Dramatis. Karena kami sendiri tidak begitu percaya diri dengan konsep yang kami bawa. Selaen karena project tim lain juga sangat mumpuni juga karena ide kami masih tergolong baru. Mendeteksi penyakit dengan menggunakan internet survaillance. Even, jurinya masih sangsi apakah metode itu bisa digunakan. Tapi tentunya kami tidak asal-asalan. Teknik ini merupakan penilitian yang berjalan sejak 2006 dan bahkan akhir-akhir ini muncul di TED bagaimana mendeteksi wabah dengan melihat social graph facebook atau twitter. It was the idea, different impelementation.

Menguras tenaga.Pikiran. Sampe waktu. Setelah menang di tingkat Indonesia kita dapat mewakili Indonesia untuk berlaga di tingkat internasional ,di Warsaw Poland. Ini juga masalah sendiri karena ternyata kita kekurangan dana baik untuk pengembangan maupun keberangkatan. Alhamdulillah berkat banyak pertolongan dapat juga kita berangkat. Walau tidak menang disana, 6 hari di Warsaw menjadi pengalaman berharga bagi saya dan tim. Semua orang berusaha keras dan yang terbaiklah yang menang. Mendapat beberapa kenalan baru dan perspektif baru. Pengalaman yang harus dirasakan sendiri baru dapat mengerti. Untuk cerita lengkap mengenai proyek dan kisah di Warsaw dapat disimak disini dan disini .

image image

Imagine Cup , the best experience ever 🙂

 

Microsoft Innovation Center & MUGI

Ada apa dengan Microsoft Innovation Center atau yang lazim disebut MIC ? Itu adalah organisasi yang saya masuki mulai tahun ajaran 2009 – 2010. Bermula dari kru selama setahun penuh, dan pada Oktober 2010 dengan kekosongan posisi Ronald yang akan menjadi pegawai Microsoft, saya ditunjuk menjadi Manager baru untuk MIC. Kaget dan bercampur senang tapi juga kagok dan bingung harus memulai dari mana. Kita semua tahu Ronald sudah menjadi pejuang MIC selama 3 tahun, meski banyak kru disana tidak jarang dia yang harus turun tangan mengerjakan banyak hal.

Tapi, keputusan saya untuk menerima jabatan ini tidak akan pernah salah. Berkat jabatan ini saya punya kesempatan untuk berkenalan dengan orang-orang Microsoft di kantor BEJ. Beberapa kali kita pertemuan dan rapat disana. Alhasil saya coba implementasi program yang diinginkan dengan hasil pemikiran teman-teman kru MIC waktu itu. Jadilah program-program semacam Training Internal , Exploration Notes, Imagine Cup Campaign, Workshop , Multipoint Dive in dan banyak lagi. Menyenangkan karena saya punya tim yang benar-benar bisa dibanggakan, kru MIC. Kita belajar banyak hal, mengerjakan banyak hal dan makan-makan =)).

Karena MIC juga akhirnya saya berkenalan dengan MUGI, atau Microsoft User Group Indonesia. Ini adalah komunitas luar biasa yang sangat erat dengan Microsoft karena sebagian besar adalah pecinta dan pengguna teknologi Microsoft. Ini juga awal saya mencoba menjadi pembicara, menyampaikan materi di depan orang banyak. Grogi pasti, ternyata menyenangkan. Sejak saat itu saya punya kesenangan tersendiri jika dapat berbicara di depan orang banyak dan sharing dengan apa yang kita ketahui. Menyenangkan dapat membagi apa yang kita ketahui. Meskipun sedikit tapi semoga berguna. Dan akhirnya saya berkenalan dengan orang-orang hebat, sebagian berwirausaha, sebagaian sudah menjadi level manager IT di perusahaannya masing-masing, menjadi MVP dan berkenalan dengan teman-teman MSP di bandung dan sekitarnya. Menambahkan koneksi dan jaringan. Untuk ini saya harus berterima kasih kepada Ronald, kru MIC dan teman-teman MUGI. Masih panjang hingga kita dapat berkontribusi ke dunia IT Indonesia. Keep sharing!

image image

Tugas Akhir

Siapa yang tidak ingin lulus ? Selaen karena itu kejaran ketika kita berkuliah juga tentunya salah satu syarat untuk bekerja dan berkarir adalah lulus. Kita perlu ijazah untuk syarat administrasi kecuali Anda membuat perusahaan sendiri. Dan untuk lulus , selaen 144 SKS kita perlu menuntaskan Tugas Akhir.

Tugas Akhir sudah sangat umum menjadi momok mahasiswa tingkat akhir. Entah magnet apa yang ada pada kuliah itu. Bagi saya sendiri, di awal TA saya merasa mantab bahwa saya dapat mengerjakannya tepat waktu. Saya mulai inisiasi TA dengan mencari topik mulai dari Juli 2009 lalu. Bahkan itu sebelum diminta oleh dosen kuliah. Sejak itu pula bahan-bahan ,paper sudah saya kumpulkan. Dan inisiasi TA 1 pun segera di mulai. Dari sini , TA 1 dapat dilewati dengan baik tanpa hambatan.

Nah, permasalahan muncul ketika TA 2 masuk. Saya agak terlambat memulainya. Baru akhir Febuari saya mulai menjalankannya kembali. Ada satu project yg akhirnya gagal membuat saya menunda pekerjaan itu. Dengan asumsi begitu project selesai, tidak ada hambatan berarti. Ternyata hambatan datang justru disisi non-teknis. TA saya membutuhkan resource yang ITB tidak miliki : Foto Cephalo pasien. Walhasil setelah berkunjug ke BMG ITB dan bertanya kepada dokter gigi kenalan orang tua, BMG tidak menyediakan, ada sih di klinik PRA***** di Bandung tapi sepertinya gambarnya tidak dapat kita peroleh. Sementara saya yang butuh adalah gambarnya. Berkat bantuan iiR, akhirnya memulailah pengurusan birokrasi di FKG UI. Nah disini masalah muncul, untuk pengurusan izin sendiri ternyata perlu waktu yang tidak singkat juga. Plus pengambilan data awal total memakan waktu 2 bulan sementara tanpa data itu saya belum bisa bekerja. Tahu-tahu sudah bulan Mei saja dan saya akhirnya konsentrasi pada Imagine Cup dan sedikit meminggirkan TA.

Namun dengan berbagai perjuangan itu, bolak-balik Jakarta Bandung, bergadang coding program untuk TA, menahan diri tidak nonton di bioskop atau maen bulutangkis,,,itulah namanya TA. Tugas Akhir. Benar-benar kita harus berjuang sampe akhir. Bahkan saya masih ingat harus menyelesaikan Bab pengujian dan kesimpulan pada hari Kamis, dimana Rabu nya saya seharian di Jakarta untuk pengujian, dan besoknya sudah harus ke Polandia. Terima kasih untuk Pak Bugi yang mau direpotkan dengan bimbingan via telepon dan email serta membantu mengurus surat2 untuk Sidang, pelayanan yang baik dari TU IF, bantuan penuh dari Drg Meniek dan rekan-rekan radiologi serta support dan kritik dari Iir mengenai konten Tugas Akhir. Setelah bergeser dari target semula, 21 Juli 2010 saya melakukan sidang dan dinyatakan lulus (meski masih bersyarat) dengan judul TA Identifikasi Titik Sefalometri pada Citra Sefalograf Lateral dan nama project : IRLANDA .

image image

 

Tampaknya highlight dari tingkat4 adalah demikian . Namun sesungguhnya masih banyak lagi hal-hal menarik yang dapat diceritakan. Pada tingkat 4 ini juga Ultra 22 kembali reuni untuk mengerjakan tugas PPL dengan nama project RAIN. Benar-benar reuni yang menyenangkan, nginep bareng , futsal : persis seperti 3 tahun lalu. Tentunya ada turnamen Futsal , Kampung Bola dimana saya masuk menjadi salah satu anggota tim dengan prestasi lumayan : 4 gol dengan hattrick disalah satu pertandingan. Pada awal januarinya sayang sekali tim sepakbola tidak berhasil maju ke babak selanjutnya namun saya puas dengan satu gol yang bisa saya persembahkan. Dan tentu saja liburan ke pulau Tidung pasca Sidang yang memberikan refreshment bagi otak yang keburu beku gara2 akademik.

Karena blogpost series ini terinspirasi oleh Andru maka saya akan menutupnya dengan versi Andru juga : Kata Pengantar. Instead of, mengantar ke sebuah tulisan, ini akan menjadi penutup tulisan saya tentang ITB. Saya masih akan menulis satu lagi tentang hari wisuda tapi tentunya akan keluar dari scope 4 Keping yang sudah saya tulis.

Ada anak2 Jakarta yang semua masuk EL , yang membuat saya sedikit lebih gaul (:p) dan kerasnya anak gaul Jakarta dan semua warga kalkulus 6. Mohon  maaf tanpa kalian sadari saya suka ngata-ngatain beberapa diantara kalian, tim bola kalkulus 6 dan warga muchsonah yang tidak pernah mengenal saya. Weird T.T . TPB adalah tahap paling bahagia . Trust me!

Anak2 STEI 2006,saya hanya menjadi pasir diantara kalian. Ikut tim bola tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Kaderisasi hanya kontribusi memimpin senam dan tarian … hueeeh… yang bikin saya super muntah. Tapi STFK Jilid 1 membuat saya mengerti menyenangkanya punya angkatan dan Jilid 2 membuat saya memahami bahwa kita memang selalu jaya dan penuh yakin dengan takwa.

IF06, keluarga saya di informatika, rumah saya, tempat saya pulang kalau kosan tidak ada orang,tempat melakukan gencatan senjata dengan angkatan lain, tempat mengerjakan banyak hal mulai dari bakti pada himpunan, sampai hal-hal menyenangkan : nonton, makan , maen bulutangkis, foto-foto. Ah,,,mulai melankolis  but It’s great to have you all.

Semua asosiasi, K22 Ultra, Div Med, Korps SI, yang suka bikin ramai di SI,  Kru MIC, tim darah biru, tim cahaya, tim ganesh, tim Bola HMIF, tim voli HMIF, angkatan2 diatas dan dibawah saya,dan semuanya yang belum atau khilaf dan lupa saya sebut. Yang ingin saya ucapkan adalah rasa terima kasih untuk semua yang telah terjadi.

Dan bagi siapa saja yang pernah saya kenal selama 4 tahun ini, entah disengaja atau tidak, disadari atau tidak , setiap benang yang sudah teruntai punya efek berantai dalam hidup, termasuk dalam hidup saya. Terima kasih. Terima kasih dan terima kasih. We’ve got friends.

Keping 4 artinya saya akan lulus. Lulus dari perguruan tinggi tapi tidak berarti lulus dari kehidupan. Akhir dari kehidupan kampus adalah awal dari kehidupan lainnya. Let’s get lost together cause It’s even not the end.

2 thoughts on “Keping 4 – It’s Even Not The End

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s