Ini Bukan Resolusi

Biasanya diawal tahun, beberapa dari kita mencetuskan resolusi-nya. Tulisan ini bukan menyatakan resolusi seperti itu. Tulisan ini berbeda. Tulisan ini tentang mimpi. Mimpi yang lahir dari keinginan. Darimana lahirnya keinginan ?  Dari hati saya yang dipengaruhi oleh banyak faktor : orang-orang, pengalaman, dan lingkungan.

Saya membutuhkan sesuatu seperti sticky notes, tempat saya mencatat mimpi saya. Kebetulan, blog ini saya pilih untuk keperluan tersebut.

Menulis Buku

Saya suka menulis. Dahulu tulisan saya bertransformasi dari pemikiran dan imajinasi menjadi cerita pendek, puisi dan (calon) novel. Hari ini saya banyak menulis kode, dan di waktu senggang menulis di blog dan  ebook. Tidak pernah sebuah buku.

Ya, saya pernah dua kali menulis ebook yang diupload agar bisa dinikmati oleh banyak orang secara gratis. Tapi, mimpi saya adalah menulis buku. Lalu apa yang menghalangi saya ? Kredibilitas dan idealisme.

Idealisme, karena background saya yang di bidang IT, tidak ingin menulis di luar koridor itu. Kadang kita menulis karena pasar membutuhkan buku tersebut tapi akhirnya mengekang keinginan si penulis yang sebenarnya. Kalau bisa saya ingin menulis sesuatu yang saya senangi. Hal ini sulit karena penerbit juga biasanya sangat ini memenuhi keinginan pasar.

Kredibilitas. Siapa yang ingin membeli buku saya ? Siapa saya ? Dahulu saya yakin , jika sudah mendapat gelar sarjana dan nama saya makin panjang dengan tambahan S.T. maka orang akan lebih ‘percaya’ untuk membaca buku saya. Hal itu benar, tapi ada satu hal lagi yang saya fikir, cukup diperlukan saat itu. Alhamdulillah, ini lah mengapa saya cukup senang diganjar penghargaan MVP karena sedikit banyak pasti mendongkrak kredibilitas saya. Dengan kata lain, segala sesuatu yang hal yang sempat saya lakukan sebelumnya, banyak orang beranggapan karena saya semata mengincar gelar MVP. Bukan itu. Saya memerlukannya untuk mendekatkan saya ke mimpi saya menulis buku yang dicetak, dan bisa di dapatkan di toko buku terdekat.

“Papa tunggu buku kamu, di toko buku Pekanbaru”, demikian pesan Ayah saya, ketika saya melapor pada tanggal 10-10-10 silam saya kembali menulis sebuah ebook.

 

Menghasilkan “Ready to Use” Software

Empat tahun kuliah di jurusan teknik informatika, enam bulan telah lulus dari sana, saya ingin menghasilkan software yang siap pakai. Begini teman, tugas kuliah di IF itu cukup banyak dan seru, tapi setelah itu tidak bisa digunakan. Beberapa kali saya mengikuti project tapi bukan software seperti ini yang saya maksud. Tidak jarang saya mengikuti lomba di bidang software tapi tidak pernah software tersebut jadi hingga sampai tahap “ready to use”. Pun software tugas akhir saya tidak dilanjutkan juga. Saya masih menyalakan mimpi ini, menghasilkan minimal satu saja,dimana saya bisa mengabarkan kepada orang tua saya di rumah “Pa,Ma ini software buatan saya, sudah tersedia disini”, walaupun mungkin orang tua saya tidak mengerti dan tidak akan menggunakannya.

Menghasilkan “ready to use” software menjadi pengobat rindu saya, dan pengukuhan rasa puas saya. Hal tersulit untuk ini adalah determinasi dan biaya. Determinasi yang kurang, menyebabkan karya-karya ex-lomba tidak dilanjutkan karena memang ditujukan hanya untuk lomba tersebut. Determinasi yang kurang, menyebabkan beberapa bayi ‘calon’ ready to use tersimpan rapi di direktori komputer genggam saya.

 

Travelling

Siapa yang tidak suka jalan-jalan ? Pastinya. Tahun ini punya cita-cita ke beberapa tempat di Indonesia. Target terdekat adalah Belitong, pulau Laskar Pelangi. Kemudian saya juga kalau bisa ingin ke luar negeri. Tahun lalu diberikan kesempatan jalan-jalan ke Warsaw,Polandia. Tahun ini ada kesempatan ke Seattle, untuk menghadiri MVP Summit tapi sayang biayanya kelewat besar untuk ditanggung sendiri. Semoga ada kesempatan, beasiswa belajar dalam waktu pendek atau apa lah itu. Sedang dicari caranya .

Semoga ada caranya.

 

Sekian sekilas pemikiran tentang mimpi tahun ini. Semoga dengan menulis mimpi ini saya jadi selalu teringat bahwa saya punya mimpi-mimpi tersebut. Mimpi tidak akan tercapai jika tidak dikejar. Maka dari itu mari mulai Mengejar Impian. 

One thought on “Ini Bukan Resolusi

  1. mirip dikit ja..
    dari dulu aku punya impian menuliskan ke sebuah buku ttg kisah perjalanan keliling indonesia.. 😀

    “It is the power of the dream that brings us here..”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s