Pekan Produk Kreatif Indonesia

Hari Sabtu (9 Juli 2011) lalu saya mengunjungi Pekan Produk kreatif Indonesia (PPKI ) yang diselenggarakan pemerintah di JCC, Senayan. Ada beberapa hal yang menarik ingin saya lihat disana,yang sebelumnya hanya saya perhatikan di twitter : booth beberapa software karya anak bangsa dan acara startup lokal meetup.

Sesampainya di JCC, saya tidak menyangka acaranya begitu amat besar. Terdapat beberapa tema hall, misalnya di sayap kiri, khusus karya-karya dari Depdiknas, termasuk SMK, Universitas dan SMA di seluruh Indonesia. Isinya kurang lebih stand-stand menampilkan apa saja yang sudah dihasilkan oleh sekolah-sekolah tersebut : robot, alat elektronik, konsep broadcasting, dan sebagainya.

Lebih ke dalam lagi dari sayap kiri, adalah stand-stand kerajinan tangan , mulai dari ukiran, perhiasan, patung, kain, batik dan banyak lagi. Macam-macam bentuknya, sangat kaya sekali ternyata karya seni dari Indonesia. Hanya saja mungkin karena emang amat nyeni, harga-harga barang yang ditawarkan cukup tinggi, relatif terhadap dompet mahasiswa baru lulus ini.

Ada juga di sayap kanan, hall untuk kesenian dan pagelaran. Berbagai pementasan, tarian, band, puisi dan macam-macam ada disana.

Tapi yang paling menarik bagi saya adalah di hall tengah, di bagian Indonesia kreatif. Nah disini banyak hasil-hasil karya yang berhubungan dengan perangkat lunak. Sebagai contoh Football Saga game dari Agate yang mencuri perhatian penikmat sepakbola di Indonesia. Sayang waktu saya datang, boothnya lagi kosong sehingga tidak bisa banyak eksplorasi meskipun saya sendiri merupakan pemain tidak aktif di facebook appnya. Ada juga stand produk dari beberapa startuplokal seperti bouncity dan bistip. Nah yang mencuri perhatian saya dan yang sempat saya mainkan adalah stand dari S2 Game nya ITB  dan stand nya ITS.

Di stand game ITB, ada dipamerkan sebuah game bernama Bamboo Beat. Jika rekan-rekan pernah bermain Guitar Hero maka Bamboo Beat tidak akan sulit untuk dimainkan. Yang berbeda adalah alat musik yang digunakan ini adalan angklung. Angklung beneran. Sehingga untuk memainkannya kita benar-benar memang angklung (seperti sudah dipasangi beberapa sensor) lalu menggoyangnya selayaknya bermain angklung biasa. Idenya kreatif sekali. Juga senang melihatnya karena membawa kultur lokal dengan gameplay global.

Bamboo beat-hasil karya mahasiswa S2 Game ITB

Di stand ITS saya melihat penggunaan AR untuk pembuatan buku pelajaran dan kinect sebagai alat bantu penghasil animasi. Tanpa banyak berkata lagi, videonya bisa dinikmati dibawah ini :

Kinect for Animation Generator, karya rekan mahasiswa ITS

 

Mungkin karena saya dari latar belakang geeks kali ya, jadi yang paling menarik justru adalah karya-karya semacam ini Smile. Rencana semula untuk melihat meetup, sedikit melenceng, karena ternyata JakClothing tampak lebih menggiurkan untuk dikunjungi.  Dan di PPKI ini sempat bertemu dengan rekan Damas & Elvina dan Narwastu yang mengisi stand multimedia.

Lebih serunya lagi karena di PPKI ini saya tidak sendirian sehingga berkeliling 1 JCC terasa menyenangkan.

WP_000485WP_000486

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s