Wisata Bromo

Tanggal 3-7, Alhamdulillah saya dan beberapa rekan punya kesempatan untuk jalan-jalan sebentar ke daerah Jawa Timur, tepatnya Malang sekitarnya untuk menghadiri pernikahan rekan @ivannugraha dan @restya_wa. Karena tidak ingin hanya sekedar hadir ke pernikahan, akhirnya direncanakanlah untuk berwisata di area tsb dan Bromo dipilih untuk menjadi salah satu tujuan. Karena posting ini cukup panjang, bagi yang penasaran dengan biaya yang dikucurkan untuk trip ini saya temptkan di awal mula post ini :

Biaya

Jeep Bromo (4 lokasi)                Rp 650.000

Penginapan di Bromo                Rp 500.000

Rental Innova                            Rp  375.000

subTotal  (tidak termasuk makan)  Rp 1.525.000

Biaya per orang                         Rp 218.000

Kereta Malang-Bandung PP       Rp 550.000

total                                          Rp 768.000

 

Tentunya biaya bisa lebih ditekan,misalnya dengan menggunakan kelas Bisnis/ekonomi untuk kereta, menggunakan angkot dari stasiun hingga lereng Bromo danmenginap di homestay yang relatif lebih bersahabat.

3 Januari 2013

Tanggal 3 Sore, perjalanan dimulai dengan menggunakan kereta Malabar Express. Perjalanan ditempuh selama 15 jam dan sampai di kota Malang tanggal 4 pagi. Waktu lima belas jam itu amatlah lama sehingga diperlukan teknik-teknik khusus untuk tetap terasa nyaman. Kadang kita bermain kartu, dan kalau lagi datang angin rajinnya, rekan Upan akan membuka laptop untuk coding dan saya sendiri membawa iPad untuk keperluan edit dokumen. Kereta Malabar cukup nyaman bahkan pramugaranya kami rasa punya jiwa marketing yg sakti. Teknik menawarkan menu makanan yang tersedia sangat menggunggah selera kami, hingga kami pun terbuai untuk makan malam di kereta. Walaupun akhirnya, rasa tidak berbohong, at least, sang marketer sudah mencoba dan kita terpengaruh Senyum .

altAnvnmT5DLD6S0ZnFLAYCf3stLy2euNoFHxR6ck6fm1xP (2)photo by @deluzion

4 Januari 2013

Tanggal 4 pagi, kita sampai sekitar pukul 8-an pagi dan perut mulai kriuk-kriuk. Kita mencari makan disekitar stasiun Malang Baru dan mendapati menu sarapan murah meriah nan enak seperti tahu lodeh, pecel nasi dan rawon. Setelah makan, kita jalan-jalan disekitar stasiun menuju tugu malang dan balai kota sambil menunggu rekan @haribf yang menggunakan perjalanan darat Surabaya-Malang mulai jam 8 pagi.

WP_001499[sarapan di warung dekat stasiun]

 

Walaupun sudah makan tapi gan harbag belum kunjung sampai, kita akhirnya duduk duduk di warung kopi, Java Dancer namanya. Di warung ini ada hotel yang cukup bersih. Beberapa bule tampak sedang menikmati sarapan sambil membaca koran atau pacaran. Akhirnya waktu dihabiskan hingga sekitar pukul 11 siang dan gan harbag muncul jg.

04012012081[latar belakang tugu malang]

Setelah bercengkrama sebentar, dan mendengar teriakan rimba khas harbag,,kita beringsut menuju gunung Bromo. Menuju Bromo dari Malang kita menggunakan mobil rental Innova, yang muat untuk 8 orang plus bagasi. Walaupun sempit tapi tetap lebih baik daripada menyewa mobil dua buah Senyum #mahasiswa.

Jalanan yang macet membuat perjalanan cukup lambat dan jam 3 sore area pegunungan jg belum tergapai. Kita berhenti di warung makan nasi untuk mengisi perut sebentar. Makan siang kali ini disponsori oleh dua buah ayam kampung yang digoreng kremes dan dimakan bersama-sama. Setelah makan perjalanan dilanjutkan, dan sekitar 2 km dari tempat berhenti kita sudah mulai masuk ke area pegunungan. Mulai terlihat pemandangan dan kabut yang mulai turun.

Sekitar jam 5 sore kita sampai di daerah desa di lereng Bromo (yang saya lupa namanya) dan mencari penginapan. Akhirnya diputuskan untuk menyewa sebuah homestay milik Pak Sugeng, warga asli Tengger . Selain menyewa rumahnya, kita juga akan menggunakan jasa beliau , sewa jeep untuk tur ke atas bromo. Malam itu dihabiskan dengan bermain kartu di rumah Pak Sugeng, dan ketika perut mulai kriuk kita mencari jajanan Bakso dan menikmati Basok hangat, mie goreng Warung Ranu di lereng Bromo. Sungguh suasana yang menyenangkan, kabur sejenak dari riuh ibu kota dan kota Bandung dan menikmati waktu mengalir begitu saja dengan keceriaan.

Jam 11 kita mulai istirahat karena sudah diwanti-wanti untuk tidak terlambat bangun jam 3 pagi keesokan harinya. Ada empat area yang akan dikunjungi yaitu Gunung Pananjakan, Gunung Bromo, Pasir Berbisik dan Padang Savannah (Bukit Teletubbies).

5 Januari 2013

Pagi jam 3 pagi kita mulai berangkat ke bromo menggunakan Jeep putih milik pak Sugeng. Kabut putih sangat pekat membuat perjalanan menjadi semacam wahana yang menegangkan. bagaimana tidak, saya dan @aqsath seringkali melihat bahwa sisi kiri kanan kita adalah jurang dalam yang kalau saja kita jatuh, alamat tak selamat. Kabut sangat pekan, bahkan lampu mobil pun tidak cukup, jarak pandang hanya 2-3 meter di depan mobil. Untungnya pak Sugeng, sudah puluhan tahun berkendara diarea sini sehingga hafal medan dan belokan. Tapi bagi kita yang pertama kali, pasti sangat ngeri. Lebih baik tidur saja sampai ke atas.

Pagi itu kita menuju Gunung Pananjakan, titik terbaik untuk melihat matahari terbit dan latar belakang tiga gunung, Batok, Bromo dan Semeru berjajar. Saya pernah melihat pemandangan ini di website-website namun baru kali ini ingin melihat langsung. Sekitar 45 menit perjalanan mendaki lereng,,akhirnya kita sampai di titik Penanjakan 2, dan mulai berjalanan kaki sampai spot yang sudah disediakan.

Sampai disana, orang sudah ramai, Semuanya berbekal jaket, kuplug, ada yg pake sarung tangan dan tentu saja kamera. hari masih pukul 4an pagi, dan diperkirakan sunrise akan terjadi sekitar pukul 5. Di suhu belasan tersebut, cukup membuat badan kedinginan dan akhirnya kita menunggu dengan tenang.

Namun sangat disayangkan sampe sekitar jam 6, kabut tidak kunjung menipis membuat pemandangan yang sudah kita tunggu-tunggu belum bisa dinikmati. Tidak ingin membuang waktu kita lanjutkan perjalanan menuju tempat ke dua yaitu Gunung Bromo. Untuk menuju Gunung Bromo kita menuruni lereng penanjakan,lalu parkir di area padang pasir. Kemudian dengan berjalan kaki , atau naik kuda kita bisa naik ke atas kawah. Di bibir kawah bagian bawah, tersedia tangga untuk menuju atas kawah, saya lupa persisnya berapa tapi lebih dari 300 anak tangga. Bagi yg sudah jarang olahraga seperti saya, plus perut yang mulai membundar, cukup membuat kaki gemetar. Awas, jangan kehabisan tenaga hanya untuk naik,ingat juga perjalanan turunnya.

05012012093[kabut dipananjakan]

 

05012012110[bromo dengan kawah yg sudah pecah]

05012012169[latar belakang gunung Bromo]

05012012152[tangga penyiksaan]

Di atas kawah, kita akan disuguhi pemandangan aktifnya Bromo yang sedang “memasak” memancarkan asap berbentuk cendawan. Sesekali bau belerang menyengat hidung diterpa Angin Bromo. Dari ketinggian kita  bisa melihat Pura di padang pasir dan pemandangan Gunung Batok yang gagah. Sayang, kabut tebal masih menutupi sehingga Gunung Semeru tidak terlihat sama sekali.

05012012209[padang savanna]

Selesai menikmati Gunung Bromo, kita lanjut ke area bukit telletubbies atau padang Savanna. Perjalanan memakan waktu 10-20 menit dari Bromo, dengan jalanan yang membuat perut berguncang. Padang Savanna adalah padang rumput berbukit yang sekilas mirip dengan pemandangan di film telletubies atau wallpaper di Windows xp.  Disini kita bisa berfoto-foto atau treking untuk menaiki bukit. Pemandangan hijau yang menghampar benar-benar belum pernah saya liat di area manapun yang pernah saya kunjungi. Selesai menikmati area ini kita akan diantarkan ke Pasir Berbisik, hamparan padang pasir nan luas yang konon  katanya dapat berbisik. Bisikan ini terjadi jika gesekan antar pasir cukup keras dan tertiup angin. Disini adalah tempat dimana syuting film Pasir Berbisik yang dibintangi Dian Sastro dilakukan. Sayang, pada saat itu saya tidak dapat mendengar bisikan yang diharapkan tapi pemandangan yang disuguhi amatlah menenangkan. Padang pasir, angin, dan sunyi. Tempat yang baik untuk berkontemplasi.

05012012190[bukit telletubies]

05012012215[pasir berbisik]

05012012232[pose cetar membahana gan harbag]

Berikut foto-foto lainnya :

05012012099050120121910501201210305012012227

0501201221205012012218

0501201218705012012214

0501201212805012012149

Sekitar pukul 1 kita selesai melakukan eksplorasi disekitar Bromo dan turun ke Malang. Kegiatan 6-7 Januari sengaja tidak dituliskan karena sudah tidak berhubungan dengan wisata Bromo. Setelah kembali menyambangi liburan wisata Alam, saya jadi yakin , Indonesia ini terlalu indah untuk tidak dicicipi setiap sentinya. “Tuhan, negeri ini indah sekali, Bantu kami menjaganya” #BangZafranMode.

9 thoughts on “Wisata Bromo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s