Membangun Rumah

Barusan baru saja pulang dari kampus (ya,masih bolak balik kampus, sedang jadi tahanan kampus) dan ketemu seseorang yang tiba-tiba cerita mau membangun rumah. Dia sudah punya desainnya, dan fondasi rumahnya juga sudah mulai dibangun. Dia yang mendesain sendiri rumahnya. Saya tidak tahu apakah ia seorang arsitek atau bukan, dan saya juga tidak bisa menilai desain rumah yang ia tunjukkan apakah bagus atau tidak. Yang jelas dia berkata dia ingin rumah ini jadi rumah pertama dan rumah terakhirnya.

Ada satu masalah, yaitu dia ingin beberapa bagian di rumahnya menggunakan kayu mahoni yang terkenal kokoh dan bagus itu. Masalahnya adalah, toko bangunan tempat ia berlangganan, sedang kehabisan bahan tersebut. Dia memiliki seorang teman yang mendirikan toko bangunan, dimana dia juga salah satu yang menyemangati temannya tersebut untuk mendirikan toko bangunan itu. Padahal,sebelumnya dia pernah melihat keberadaan kayu mahoni di toko milik temannya tersebut. Namun,ketika dia membutuhkannya kebetulan saja kayu nya tidak tersedia. Dia sudah berlangganan sejak lama dan mengetahui kualitas kayu mahoni milik temannya. Disekitar toko bangunan tersebut, ada beberapa toko bangunan lainnya. Dia tahu suatu toko diujung jalan tersebut memiliki kayu yang dia butuhkan. Karena kemaren baru saja ia membaca selebaran dan penawaran terhadap kayu mahoni yang dia inginkan. Dia tidak tahu pelayanan toko nya seperti apa,kualitas dari kayu nya bagaimana, tetapi dia tahu bahan yang dbutuhkan ada di toko tersebut. Di toko langganannya, kayu mahoni sedang dalam proses pembelian dari daerah penyuplainnya, saya tidak ingat nama daerahnya. Tapi bisa makan waktu lama, karena musim hujan, menjemur kayu sampai kering jadi kendala. Dua bulan. Tidak, mungkin bisa lebih. Orang yang cerita ini bilang dia cukup perlu menunggu saja. Tapi lantas dia bertanya, apa mending saya beli ditoko yang lain saja, biar rumahnya lebih cepat selesai dan dia bisa segera tinggal disana. Dia belum tahu pasti kondisi toko yang satu lagi, sedangkan dia sudah sangat nyaman dengan toko langganannya itu. Dia bertanya pada saya. Dan saya juga bingung, kenapa ada orang yang baru ketemu saya, menanyakan hal seperti itu. Menunggu, hingga hal yang dicarinya ditoko kesayangannya ada, atau pergi ke toko lain dan membeli barang yang dia cari.

One thought on “Membangun Rumah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s