Pemain Bola, Pelatih dan Penonton

Dalam sebuah pertandingan sepakbola, pemain bola bukanlah orang yang paling bisa bermain bola. Pelatih juga, bukan selalu yang paling jago bermain bola. Penonton. Penonton adalah yang paling bisa…paling bisa berkomentar mengenai bagaimana seharusnya pemain dan pelatih melakukan aksi-aksinya. Mereka duduk di tribun, atau menonton dari televisi, mengamati dari kejauhan, mungkin sambil menyantap pop corn dan camilan.

Padahal sesungguhnya, pemain bola, adalah yang setiap kali berdiri menjadi garda terdepan untuk membawa sebuah hasil bagi suatu tim. Tidak ada yang tahu, bagaimana pemain harus bangun pagi untuk lari rutin. Latihan 3-5 x seminggu untuk menjaga kebugaran tubuh, melatih strategi, melakukan sparing partner dan mengonsumsi makanan-makanan yang sehat untuk tubuh mereka. Pemain bola, adalah yang sejatinya, setiap pertandingan, berhadapan langsung dengan realitas lawan, tekanan mental dan serangan lawan. Pemain di lapangan adalah yang setiap kali dijegal, harus bangun ketika terjatuh, harus berlari, harus letih, harus terkuras tenaganya, harus mengejar kesana, mengejar kemari, harus melawan cuaca, berpikir dan berdoa.

Sementara pelatih, adalah sosok yang senantiasa mendampingi para pemain di lapangan. Sang pelatih, bisa jad tidak pernah bermain sebagaimana pemain yang dilatihnya. Tapi pelatih ini, bangun pada pagi yang sama, latihan 3-5x seminggu, memikirkan strategi, mempelajari cara bermain calon sparing partner dan selalu mengingatkan para pemain untuk memamakn makanan yang sehat untuk tubuh mereka. Pelatih, adalah sejatinya, setiap pertandingan, berhadapan dengan realitas lawan, tekanan mentan dan searangan lawan. Pelatih melakukan protes ketika para pemainnya dijegal, harus membangkitkan semangat para pemainnya yang terjaduh, harus berlarih, harus letih, dan terkuras pikirannya, melawan cuaca dan terus berdoa.

Agar tim selalu menghasilkan hasil yang baik. Mereka melakukan apa yang tidak dilakukan oleh orang lain. Mereka, yang setiap hari melakukan perjuangan demi hasil tim yang lebih baik.

Dan para penonton,masih duduk disana dikursi tribun sambil memakan pop corn atau camilan. Lalu dengan seenaknya, mencomooh, menghina tidak jarang menyindir, para pemain dan pelatih yang tidak bisa lari dari lapangan meski keadaan sedang sulit. Para penonton, duduk menatap layar televisi, duduk di kursi malas, melihat sang pemain dan pelatih yang sejatinya berjuang dengan sekuat tenaga tapi sering kali dipandang sebelah mata, jika hasil yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan penonton.

Wahai penonton ditribun dan di hadapan layar televisi. Turun dulu ke lapangan, mari berlatih sama kerasnya, dan bertanding sama tangguhnya, untuk dapat merasakan apa yang sebenarnya dilakukan oleh para pemain dan pelatih. Mari turun kelapangan,terjegal, berlari dan lalu menang bersama. Sebelum itu, jangan salah kan jika kicauan anda tidak pernah akan dihiraukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s