Jalan-Jalan ke Bali

Melalui tulisan disini, saya menceritakan pengalaman jalan-jalan ke Lombok selama 5 hari 4 malam. Tulisan kali ini adalah tentang jalan-jalan di Bali. Sebelum ini, saya dan istri sudah pernah ke Bali bersama teman-teman kuliah karena itu perjalanan kali ini tidak memiliki agenda untuk mengunjungi tempat-tempat yang sudah pernah kami kunjungi. Kali ini perjalanan berfokus ke area tengah pulau Bali.

Bedugul

Tanggal 13 April 2014, kami meninggalkan pulau Lombok dan menuju pulau Bali menggunakan pesawat terbang. Perjalanan yang tidak terlalu lama, hanya 30 menit saja. Sesampainya di bandara yang kini makin megah itu, kami sudah dijemput oleh rental yang sudah kami sewa dan segera bergegas ke tempat tujuan pertama yaitu Bedugul.

Bedugul berjarak 2 jam perjalanan dari area Kuta menggunakan mobile. Kami menggunakan avanza abu-abu yang cukup nyaman, menyisiri Kuta,Legian, Canggu melewati Tabanan dan terus ke atas, melewati Baturiti lalu sampai ke tempat wisata yang sudah diincar istri, yaitu Danau Bratan dan Pura Ulun Danu. Waktu baru menunjukkan pukul dua siang namun udara sejuk – yang tidak akan bisa kita dapatkan di area Kuta – sudah menghampiri kamu.

Area wisata disini cukup ramai, meski tidak seramai tempat wisata lainnya. Ulun Danu adalah kompleks Pura yang terletak di tepi Danau Bratan. Foto pura ini pernah menjadi salah satu gambar di mata uang kita juga – namun saya lupa di mata uang berapa. Obyek utama tempat berfoto,tidak lain dan tidak bukan adalah kemegahan pura yang terletak di pinggir danau. Untuk menuju pura dari pinggir danau, harus melalui jalan batu yang terendam air.

Di Danau Bratan, Anda bisa menikmati penawaran olahraga air seperti menggunakan boat, banana boat dan lain-lain. Karena istri tidak tertarik, jadi kita hanya menikmati pemandangan di sekitar sana dan setelah mengambil beberapa foto kita keluar untuk makan siang.  Siang itu kita makan di restoran D’Danau, restoran bertingkat 3 dengan pemandangan ke arah Danau Bratan. Menu-nya biasa saja dengan harga yang masih masuk akal, cukup untuk memberikan rasa kenyang bagi para wisatawan.

IMG_1219

IMG_1212

IMG_1246

Kintamani

Selesai dari Bedugul, kita menuju Kintamani untuk menginap. Ketika sebelumnya berdiskusi dengan @haribf sebenarnya dia agak bingung dengan jalur yang kami pilih. Karena untuk menuju Kintamani dari Bedugul harus melakukan perjalanan memutar, kembali ke arah Selatan lalu naik lagi ke area Tengah. Untungnya, driver yang mengantar kami punya opsi lain, menggunakan jalan yang lebih kecil, melalui desa-desa memotong jalan sehingga dapat menghemat perjalanan sebanyak dua jam.

Sekitar pukul 7 kita mulai memasuki area Kintamani. Agak seram juga karena kabut sudah turun cukup tebal membatasi jarak pandang kami. Ketika sampai di pusat keramaian di area Kintamani, persis di dekan area Pura yang cukup besar namun saya lupa namanya, suasana mendadak menjadi sangat tenang dan religius. Ternyata sedang ada persiapan untuk perayaan purnama selama 7 hari mulai keesokan hari sehingga banyak warga yang menyiapkan berbagai hal disekitar pura.

Kami menginap di Batur Mountain View, satu guesthouse yang tidak terlalu besar, hanya menyediakan empat kamar saja. Sengaja kami pilih menginap di area ini, agar besok paginya punya waktu untuk menikmati sunrise dari Gunung Batur sekaligus menikmati pemandangan danau batur dari area Kintamani. Sesampainya di penginapan kita tidak melakukan banyak kegiatan, langsung beristirahat, karena perjalanan menggunakan pesawat dan darat cukup membuat badan agak pegal.

Sekitar pukul setengah enam pagi keesokan harinya, ketika membuka jendela, sinar keemasan menyambut kami dengan pemandangan matahari terbit perlahan dari balik Gunung Batur. Benar-bentar penginapan ini menyuguhkan pemandangan yang menarik. Dari balik jendela kaca, kami bisa melihat lamat-lamat matahari muncul dan berbentuk bulat sempurna. Beruntung kabut sudah tipis dan tidak ada awan sehingga pemandangannya sangat luar biasa.

IMG_1270

IMG_1272

Sekitar jam 9 pagi kita sudah berangkat dari penginapan untuk menikmati makan siang yang sedikit di percepat di restauran Batur Sari. Banyak restauran disepanjang jalan ini dan rata-rata menawarkan pemandangan yang sama, yaitu makan siang berhadapan dengan Gunung Batur, Gunung Agung dan Danau Batur. Dengan harga yang lumayan mahal, kami lahap santap siang disana sambil menikmati udara sejuk Kintamani. Menurut driver, jarang ada wisatawan yang menghabiskan waktunya di Kintamani dengan menginap,rata-rata mereka datang untuk makan siang saja lalu kembali ke area lainnya.

IMG_1317

IMG_1321

IMG_1311

Tirta Empul

Selesai memanjakan diri dengan udara segar Kintamani, kita beralih turun menuju penginapan di Ubud. Sambil lewat kami mengunjungi pemandian Tirta Empul, yaitu salah satu tempat pemandian suci yang diyakini masyarakat Bali airnya dapat memberikan rezeki dan membersihkan diri dari kesialan dan hal negatif lainnya.

Disini kami melihat-lihat area pemandian dan pura yang ada di dalamnya. Pada hari itu, karena pas hari Agung, banyak sekali warga berbondong-bondong untuk mandi. Kamipun sedikit tergoda namun akhirnya bisa menahan diri setelah melihat antrian yang cukup panjang. Pemandian ini berada persis di belakang Istana Tampak Siring, tempat peristirahatan presiden di pulau dewata.

IMG_1326

IMG_1339IMG_1341IMG_1371IMG_1374

Untuk memasuki area pemandian, kita harus menggunakan kain sarung untuk menghormati tempat suci ini. Di dalam area pemandian inilah terdapat satu mata air panas, yang sampai saat ini tidak pernah kering. Sumber mata air inilah yang diyakini para warga mengaliri tempat pemandian dan dapat menyucikan diri. Setelah berkeliling sebentar di area wisata ini kita pun langsung beralih ke Ubud, tempat untuk berisitrahat selama dua hari ke depan.

Ubud

Perjalanan dari Tirta Empul ke Ubud hanya memakan waktu satu jam perjalanan saja. Ubud adalah tempat yang terkenal karena ketenangan dan kerajinan budayanya. Ubud merupakan salah satu alternatif, bagi pasangan yang ingin beristirahat di suasana pedesaan Bali, bertolak belakang dari kondisi yang sudah sangat ramai di area Selatan.

Kami menuju penginapan Royal Pita Maha, salah satu paket bulan madu yang kami temukan di situs weddingku.com. Mungkin Anda sekalian juga bisa menggunakan website yang sama karena di dalamnya banyak paket-paket menarik yang bisa anda pilih untuk merayakan waktu bersama dengan orang-orang terdekat kita.

Royal Pita Maha adalah villa resort yang terletak di Jalan Kedewatan, dengan pemandangan menghadap ke bukit hijau dan sungai Ayung. Sungai Ayung ini ramai sekali kalau sebelum jam siang, karena merupakan area yang dilewatin wisata rafting. Sesampainya di Pita Maha, kami disambut oleh petugas yang ramah dan tentu saja dekorasi untuk pengantin baru karena kami memesan paket honeymoon yang sudah disediakan.

IMG_1416

 

IMG_1421

Villa yang kami pesan dilengkapi dengan kamar yang sangat nyaman dengan private pool dengan pemdangan kebawah yang menyejukkan. Kalau tidak ingat masih agenda lain di Ubud, mungkin kami sudah hanyut dalam suasana nyaman untuk beristirahat disini. Tentu saja, masih ada agenda melihat souvenir perak dan menikmati hidangan Bebek Bengil yang terkenal enak itu.

Kami diantar oleh driver menuju Yan Yan Silver, salah satu tempat kerajinan perak yang banyak tersebar di area Ubud dan sekitarnya. Disana, iiR melihat-lihat barang yang ditawarkan. Kerajinan perak ini adalah hasil dari kerajinan oleh warga desa disekitar toko, yang lalu dikumpulkan dan ditampung oleh pemilik toko. Di beranda toko kita bisa melihat langsung, pengrajin membuat perhiasan dan barang pajangan dari perak.

IMG_1478IMG_1484

Selesai dari Yan-yan, kami beringsut ke hidangan bebek khas Ubud, yaitu Bebek Bengil. Sebenarnya saya sudah pernah mencicipi masakan disini waktu masa kerja praktek di tahun 2009 yang lalu. Namun tentu saja,makan bersama istri akan membuat suasana menjadi berbeda. Hidangan bebek bengil, tergolong lumayan namun jika dipikir-pikir sudah jauh-jauh ke Ubud tentu sangat sepadang sekali. Kami menikmati dengan lahap hidangan Bebek Bengil ini mengingat tidak ada rencana makan lagi sesampainya di hotel.

IMG_1520

Dan perjalanan menemukan diri sendiri selama dua hari di Ubud pun dimulai. Selama dua hari, kami berpuas-puas diri saja, menikmati fasilitas Villa dan pemandangan yang sudah tersedia, seperti Daily Afternoon Tea, Spa dan fasitlitas Romantic Dinner yang sudah termasuk di dalam paket yang kami pesan.

IMG_1579IMG_1581IMG_1585IMG_1598IMG_1609

Selesai masa tiga hari dua malam yang menenangkan di area Ubud, kami melanjutkan perjalanan ke area Jimbaran untuk menikmati udara pantai dan pemandangan yang menakjubkan di area barat daya pulau Bali.

Jimbaran

Puas bermain di daerah Ubud, hari terakhir menginap di Bali kami habiskan di area Jimbaran, tepatnya di hotel Ayana. Hotel Ayana merupakan salah satu hotel eksotis di Bali yang menawarkan pemandangan pantai dan tebing pantai serta matahari terbenam yang luar biasa. Untuk menuju ke Jimbaran dari Ubud hanya memakan waktu 1,5 jam saja dan untuk transportasi masih termasuk fasilitas paket yang kita pesan di Pita Maha.

Kita sampai di Ayana sekitar pukul 2 siang, dan kamar sudah siap sehingga kami bisa segera masuk. Setelah beristirahat sebentar, menikmati suasana kamar kami segera menuju RockBar, tempat hang-out di atas batu pantai, merupakan salah satu bar favorit di Bali. RockBar dan pemandangan sunset punya cerita tersendiri bagi saya dan istri. Flashback ke tahun 2012, dimana kami berliburan bersama teman-teman IF, kami sempat mengunjungi tempat ini juga untuk menikmati sunset. Namun, sayang, untuk ke RockBar bagi yang bukan menginap di Ayana, kita harus antri.

Terlebih lagi di RockBar, karena lokasi yang berada di bawah tebing, kita harus menggunakan semacam elevator untuk turun kesana. Nah, dua tahun lalu itu sembari menunggu giliran turun menggunakan elevator, kita kedapatan antrian yang berada di antara dua tebing sehingga pemandangannya tertutup sama sekali. Akhir kata, kami hanya menikmati sunset menggunakan video dari youtube – berkat ide kreatif dari gan Camok. Waktu itu saya berjanji kepada diri sendiri, suatu waktu akan membawa iiR kesini lagi untuk bisa menikmati ini semua dengan santai dan tenang. Dan, 2014 ini janji itu berhasil dipenuhi.

IMG_1743IMG_1762IMG_1766IMG_1797IMG_1804IMG_1818IMG_1823

Suasana RockBar senja itu cukup ramai dengan pengunjung lainnya yang ingin bersantai sembari meliat matahari terbenam. Musik mengalun dengan irama yang cukup gembira. Kita memesan cemilan dan minuman dingin sambil banyak bercerita berbagai hal. Benar-benar atmosfer yang begitu romantis untuk dihabiskan bersama pasangan. Oiya, RockBar ini tidak menjual makanan berat, jadi bersiaplah untuk mencari makan malam lagi setelah asyik bersantai disini.

Esok hari-nya,adalah saat untuk kembali ke Bandung dan menyudahi jalan-jalan di pulau Bali. Namun, karena kita sengaja mengambil flight malam, kita masih sempat berjalan-jalan dulu. Dari Ayana, kami dijemput rekan penguasa Bali, @haribf dan diantar untuk makan siang di Karma Kandara Beach restauran. Tempat ini lumayan mahal karena untuk makan dan ingin main ke pantai milik Karma Group ini harus membayar 250ribu per orangnya. Karena sudah kesana dan tanggung sekali kalau tidak bisa makan persis di tepi pantai-nya, kita pun memutuskan membeli paket tersebut. Sama seperti RockBar untuk turun ke pantainya kita harus menggunakan elevator karena kemiringan yang cukup curam.

Selama beberapa jam, kita makan dan menikmati pemandangan pantai (lagi dan lagi). Pantai di Karma Kandara juga bagus dan karena harus membayar dan bukan pantai umum, pengunjungnnya cukup sepi dan lebih terjaga privasinya.

WP_20140417_13_51_15_ProWP_20140417_14_40_44_Pro

WP_20140417_14_51_46_Pro

Dari Karma Kandara kita menuju daerah Tuban untuk membeli oleh-oleh di Toko Krisna. Waktu sudah semakin mepet tapi kita sempatkan untuk berbelanja disana. Kemudian, selang satu jam, perut sudah mulai lapar lagi dan kita makan di Nasi Pedes Bu Andika,salah satu nasi pedes yang enak dan murah. Lokasinya persis di depan Joger. Kita berdua makan dengan lahap sampai akhirnya @haribf mengantarkan kami ke bandara untuk kembali pulang ke Bandung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s