Awal Mula

LOGO-BIG

Ini adalah cerita bagaimana Radya Labs bisa bermula. Saya harus ingatkan, ini bukan cerita yang luar biasa. Bukan suatu kisah yang sangat menarik bagi kebanyakan orang, bagaimana sekelompok orang, punya ide, membangun produk dan tahun-tahun berikutnya diakuisisi atau mendapatkan investasi. Ini adalah cerita bagaimana Radya Labs bisa ada. Mengapa Windows Phone. Dan mengapa mobile.

Radya Labs memang tidak lahir dari sebuah ide untuk mendirikan perusahaan. Berbeda mungkin dari fenomena yang terjadi dalam empat tahun terakhir ini. Tren-nya adalah sekelompok orang, memiliki ide, lalu membentuk tim, mengeksekusi ide tersebut dan pada akhirnya membentuk perusahaan. Saya masih ingat, saat itu, kami baru saja lulus dari masa pendidikan kami di ITB. Fresh. Dan masih memikirkan berbagai opsi dengan apa yang ingin dilakukan setelah lulus.

April 2011, mungkin jadi salah satu momen yang sampai sekarang masih saya ingat dengan jelas. Saya, berkumpul bersama beberapa teman, Tito, Nadhira, Fakhri dan Hari di salah satu Warung di depan kampus. Sembari mengobrol santai, akhirnya meluncur sebuah ide, untuk membentuk yang namanya, grup – kita bahkan tidak tahu apakah itu nanti menjadi sebuah perusahaan. Ide-nya adalah, kita sama-sama baru lulus, ada yang baru mau melamar pekerjaan, ada yang mau pindah ke Jakarta, dan ada yang masih ingin melanjutkan S2. Akan tetapi semuanya punya satu kesamaan, sama-sama ingin memiliki ‘tempat bermain’. Tempat dimana, kita bisa berkumpul, mengeksplorasi ide-ide atau hanya sekedar bereksperimen terhadap suatu teknologi tertentu. Tidak ada membicarakan aspek bisnis. Tidak ada membicarakan “we want to make the world better place”. Tidak ada ide disruptive yang dibicarakan.

Muncul pembicaraan mengenai mobile. Bahwa ‘mobile’ akan booming. Dan kalau itu terjadi, kita harus sudah masuk ke arus sebelum gelombangnya membesar. Memang saat itu mobile menjadi tren ya. Dan dengan latar belakang beberapa diantara kami adalah .NET developer, Windows Phone menjadi konsiderasi kami untuk tempat memulai. Pada tahun 2011, sudah ada beberapa perusahaan yang mengembangkan aplikasi di platform Android dan iOS, tapi tidak di Windows Phone. Windows Phone ini masih baru. Belum ada yang ‘bermain’ disana. Belum ada aplikasi Windows Phone buatan orang Indonesia. Plus, satu bulan sebelum kami berkumpul, Nokia resmi mengumumkan akan menggunakan Windows Phone sebagai sistem operasi di seluruh smartphone mereka. Pemikiran yang sederhana sekali, tidak ada visi, tidak ada business plan disini, tidak ada rencana produk disini, dan tidak ada rencana bagaimana kami akan mendapatkan dana untuk beroperasi. Hanya berkumpul saja, mendengar beberapa pertimbangan dan lalu membuat aplikasi.

Di akhir diskusi, kami memikirkan nama untuk menamai grup ini dan dengan cepat saya mengusulkan : Radya Labs.

That’s it. Seperti yang saya ingatkan, ini bukan cerita yang terlalu menarik bagi banyak orang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s