Don’t Start a business if…

WP_20140109_13_18_26_Pro

Barusan banget saya membaca artikel Micro-ISV : From Vision To Reality disini. Dalam artikel tersebut Joel mengutarakan pendapatnya mengenai hal yang jangan dilakukan jika ingin membangun Micro-ISV atau mungkin startup secara umum. Tiga nasehat ini setelah saya pertimbangkan dan bandingkan dengan pengalaman seumur jagung dalam mengembangkan Radya Labs, software company yang ikut saya dirikan, ternyata saling beresonansi. Karena itu saya jadi ingin membagi disini tiga nasehat Om Joel disertai secuil pengalaman yang saya alami.

Number One : Don’t start a business if you can’t explain what pain it solves, for whom and why your product will eliminate this pain and how the customer will pay to solve this pain.

Dalam kaitannya di Radya Labs, inilah alasan mengapa perlu menunggu hampir 2 tahun lamanya sebelum kami mengembangkan produk kami, Appsterize. Karena kami tidak ingin membangun produk yang tidak jelas masalah yang ingin diselesaikan. Dan mencari masalah untuk diselesaikan itu susah-susah-gampang.

Perhatikan di sekeliling kita. Ada masalah apa. Lalu coba googling dan entah mengapa 1 atau 2 solusi – bisa saja berupa software – sudah terpikirkan dan dikembangkan oleh orang lain. Menyisakan ruang yang sempit bagi kita.

Betul, masalah itu banyak. Betul, masalah itu ada dan kadang dekat dengan kita. Tapi solusi terhadap masalah tersebut belum tentu harus diselesaikan oleh IT. Pun jika ingin diselesaikan oleh IT, mungkin secara bisnis juga tidak dapat dikembangkan karena mungkin dari sisi komersial-nya kurang menarik.

Appsterize hadir dari pengalaman selama dua tahun terakhir mengembangkan mobile app untuk para klien. Ide dasarnya, selama ini hanya pihak yang memiliki cukup dana yang dapat meng-hire kami untuk membuat aplikasi mobile untuk mereka. Bagaimana dengan orang-orang yang membutuhkan aplikasi mobile, tapi tidak terlalu sophisticated dari sisi fitur dan tidak terlalu “dalam” juga kantong yang dimiliki. Itu adalah masalah yang ingin coba diselesaikan.

Number Two : Don’t start a business by yourself. I know, there are lots of successful one-person startups, but there are even more failed one-person startups.

Argumen dari om Joel adalah bahwa perjalanan mengembangkan bisnis akan sangat lonely  dan depressing. Dan ini benar adanya. Kami memulai Radya Labs berenam, dan saat ini yang menjalan operasional berdua di Bandung dengan bantuan rekan lainnya secara remote. Saya tidak pernah terpikir bagaimana bisa melakukannya jika hanya dikerjakan sendirian.

Membangun bisnis sendiri itu lonely karena tidak semua orang akan memilih untuk memulai bisnis sendiri. Dan ketika saya bilang “tidak semua orang” itu berarti adalah hanya sedikit orang. Minoritas. Membuat kita kadang merasa kesepian. Memang benar saat ini banyak komunitas tempat berkumpul para founder untuk saling berbagi.

You know what ? Menjalankan bisnis itu setiap hari dan berkumpul dengan komunitas itu tidak dilakukan setiap hari. Dan seluruh hal yang terjadi dalam keseharian menjalankan bisnis itu tidak seluruhnya hal yang menyenangkan. Akan mudah berbagi hal yang menyenangkan tapi tidak untuk hal yang tidak menyenangkan.

Memiliki partner berarti juga saling berbagi beban dari keseharian menjalankan sebuah perusahaan. Orang lain selain Anda tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya menjadi Anda menjalankan perusahaan Anda. Orang lain hanya dapat “berpikir” bahwa ia mengerti rasanya menjadi Anda padahal sesungguhnya tidak sama sekali. Orang-orang yang bersama Anda menjalankan perusahaan inilah yang benar-benar mengetahui hal tersebut.

Depressing. Ya, kadang perasaan itu muncul juga, ngga sampai depresi banget gimana juga sih. Tapi ya banyaklah hal-hal yang membuat kita merasa stuck. Tahukan kalian apa yang dilakukan orang-orang depresi di film ? Mereka berkumpul, dan saling bercerita. That’s why you need partner. Tempat untuk saling bertukar informasi,beban dan cerita dalam kondisi mindset yang sama. Tentu Anda dapat bercerita kepada orang lain. Tapi baca lagi paragraf saya di atas. Orang lain hanya dapat berandai-andai ia di dalam posisi Anda tapi partner bisnis Anda-lah yang sesungguhnya dapat mengerti hal-hal tersebut.

Jadi, temukan partner bisnis Anda. If you can’t even convince one friend that your idea has merit, um, maybe it doesn’t?

Number Three : Don’t expect much at first. People never know how much money they’re going to make in the first month when their product goes on sale.

Ini super penting. Ini harus dapat disadari. Jangankan banyak, mungkin malah nihil atau malah merugi. Kami bahkan tidak dapat menggaji diri kami sendiri selama 1,5 tahun.

Adalah sebuah kesalahan jika memulai bisnis agar cepat kaya. Ketika sudah memilih jalan untuk merintis bisnis sendiri sifat sabar adalah hal yang utama. Sabar untuk menanam. Dan sabar juga untuk memetik buahnya.

Oh iya, jangan lupa untuk terus bersyukur dan berhenti membandingkan diri. Dua hal ini jika tidak dilakukan bisa bersifat toxic. Cari cara untuk bersyukur dengan keadaan yang kita miliki saat ini. Berhenti membandingkan si A bekerja disini, sudah bisa membeli ini, si B bekerja disana, sudah bisa pergi kemana-mana. Just stop.

Tarik napas Anda, dan perhatikan sekeliling. Itu yang perlu Anda lakukan, setidaknya menurut pengalaman saya selama ini.

One thought on “Don’t Start a business if…

  1. Bener banget.. apalagi saya..terjun di bisnis semenjak lulus..compared with my twin sister working on oil company.. pastilah dibandingkan (apalagi ma ortu) si A udah bisa beli blabla…
    but never mind! yang penting tujuan berbisnis saya membangun rahmatan lil alamin company..memberi manfaat buat banyak pelanggan, klien, memberi lap kerja utk para karyawan
    insyaAllah smua sudah ada rejekinya masing2:)

    Alhamdulillah..skrg sudah bisa buka unit bisnis tambahan di tahun ke3 ini

    tetap semangat kawan2ku para entrepreneur muda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s