Menikmati Jajanan Jala Foodcourt & Lounge

WP_20150304_002

Matahari bersinap cukup terik siang ini. Sebagai pendatang dari Bandung yang kebetulan sedang mengunjungi Denpasar, hawa panas bisa jadi tantangan tersendiri. Keinginan untuk menikmati kuliner dan melepas dahaga-pun terbit seketika. Menggunakan mobil sewaan, saya diantar ke salah satu food court yang baru saja dibuka di daerah Renon, Denpasar untuk sejenak bersantai dan melepaskan dahaga.

Jala Foodcourd & Lounge namanya,  terletak di Jl Tuked Aya 100z adalah tempat makan baru yang belum lama ini dibuka dengan menyajikan konsep open space dimana kita bisa menikmati suasana food court dalam wahana seperti stadion terbuka. Bayangkan barisan stall makanan menelilingi kita tapi beratapkan udara terbuka, tidak seperti sumpek-nya suasana yang kita temukan di mall-mall.

WP_20150304_003

Bagi Anda yang menggunakan mobil pribadi jangan khawatir karena Jala Foodcourd memiliki tempat parkir yang cukup lega. Memasuki gerbang food court saya disambut patung besar pesumo dengan latar belakang payung bali dan memegang jala. Cukup unik dan ikonik. Dalam bayangan saya, jala menunjukkan semangat untuk bekerja keras, sama hal-nya seperti nelayan yang menjala ikan di lautan lepas tanpa merasa lelah.

Sampai di dalam, saya-pun melihat-lihat daftar kios yang ada. Sebagian besar menjual makanan khas Indonesia, seperti sate, bakwan surabaya, masakan padang, iga penyet, aneka soto dan mie. Bagi Anda yang ingin mengecap rasa aneka masakan nusantara bisa jadi tempat ini cocok untuk Anda, dibandingkan barisan kafe yang lebih menyajkian sajian ala Barat. Pilihan saya jatuh pada sate ala jawa timur dan mojito ice.

WP_20150304_007

Anda dapat duduk di meja-meja panjang kayu yang tersedia pada area tengah ataupun di selasar yang memiliki atap kayu. Di area pojok depan, terdapat lounge yang dapat digunakan untuk  bekerja atau meeting singkat karena tersedia listrik dan internet. Disitulah saya duduk untuk mempersiapkan bahan materi training untuk keesokan hari. Sambil menyantap makanan, angin sepoi-sepoi bertiup kontras dengan udara yang cukup panas. Hidangan yang saya santap sangat pas dengan selera dengan lidah Indonesia saya. Harga-nya pun cukup terjangkau untuk tempat makan yang berada di daerah pusat pemerintahan Denpasar.

Satu setengah jam berlalu, bahan training sudah selesai dan perutpun sudah tidak bergejolak. Saya memutuskan untuk kembali ke penginapan untuk beristirahat. Saya pulang disambut dengan salam khas Bali di pintu keluar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s