Make friends along the way

NextDev bertemu Chief Rudi

[nextdev bertemu Menkominfo]

Baru-baru ini kami dari tim Radya Labs dengan produk kami Appsterize mengikuti kompetisi TheNextDev yang ditaja oleh Telkomsel. Kegiatan ini merupakan bagian dari CSR Telkomsel yang bertujuan untuk membantu 20 tim dari 10 kota Indonesia untuk menghasilkan aplikasi yang dapat membantu terwujudnya SmartCity. Solusi ini dapat berupa solusi kesehatan,transportasi, government, ukm dan sebagainya. Appsterize pada lomba ini kami posisikan sebagai tools untuk membantu UKM yang menginginkan memiliki aplikasi mobile untuk toko mereka dengan lebih mudah, lebih cepat dan lebih terjangkau.

Saya pribadi senang mengikuti lomba, bahkan sejak SMP. Beberapa ada yang berhasil dimenangkan, beberapa ada yang hanya masuk final, dan beberapa ada yang gagal sejak babak kualifikasi dan penyisihan. Lomba-nya pun tidak ada yang spesifik. Dulu pas SMP sering ikutan lomba puisi, menulis dan karya tulis. Pas SMA ikutan nasyid, nari, vokal grup dan tulis-menulis. Nah pas kuliah, karena menekuni informatika, lomba-nya pun berkutat disekitar teknologi dan pengembangan aplikasi. Bahkan setelah kuliah pun, masih senang mengisi waktu dengan lomba-lomba terkait IT seperti hackathon, aplikasi hingga lomba NextDev ini.

tim hackathon, paris van java

[tim PVJ, atlet Hackathon jaman baru lulus kuliah]

Awalnya saya tidak sadar, tapi sekarang saya mulai merasakan semangat yang berbeda pada saat mengikuti lomba di waktu dulu dengan yang sekarang. Dulu, aroma kompetitif-nya sangat kental. Mengikuti lomba murni karena ingin juara. Mengikuti lomba karena ingin membuktikan sesuatu. Make a statement.

Tapi tidak dengan sekarang. Mengikuti kegiatan dengan konsep seperti Telkomsel NextDev ini mengingatkan saya kepada hal lain yang lebih penting. Terakhir kali saya merasakan nuansa seperti ini adalah pada saat mengikuti Imagine Cup 2010. Imagine Cup adalah perlombaan bagi para mahasiswa diseluruh dunia yang diselenggarakan Microsoft Corporation. Setiap tahunnya, mahasiswa ditantang untuk menghadirkan solusi aplikasi yang mampu berdampak besar bagi masalah-masalah yang sedang dihadapi dunia. Diselenggarakan 2 fase, fase nasional dan fase internasional. Waktu itu fase internasional diselenggarakan di Warsawa, Polandia. Ratusan mahasiswa dari berbagai penjuru dunia hadir. Lomba diselenggarakan hampir 5 hari terbagi dari sesi presentasi, sesi pameran, city tour, liburan bareng dan acara awardning night. Kita semua diinapkan bareng di salah satu hotel di jantung Warsawa, difasilitasi berbagai permainan menari, photo booth, games dan free flow makanan untuk berkumpul setiap malamnya setelah lomba.

Pada Imagine Cup, hadiahnya memang menarik. Ya, lombanya kompetitif karena kita bertanding dengan 69 perwakilan lainnya dari seluruh dunia. Tapi, hal yang sampai saat ini masih berkesan sampai sekarang adalah bagaimana kedua lomba ini memfasilitasi saya bertemu dengan orang-orang terbaik dan terus berhubungan sampai sekarang. Ketika tim Imagine Cup 2010 kami bubar, saya dan Tito dan Andru meneruskan untuk membentuk perusahaan Radya Labs. Sementara Aloy dan Ical bekerja di tempat tujuan mereka. Tapi, setelah itupun kita masih terus kumpul-kumpul. Dan dengan seluruh partisipan dari seluruh duniapun kami memiliki facebook grup tersendiri tempat berbagi info menarik.

Hal ini kembali dirasakan pada saat mengikuti NextDev. Sebelum fase penjurian, selama 3 hari 20 tim dikarantina di Jakarta untuk mengikuti Bootcamp. Ada berbagai kegiatan mulai dari workshop, latihan pitching, games simulasi dan kegiatan-kegiatan fun lainnya. Kebetulan saya tidak bisa bergabung saat itu. Lalu beberapa minggu setelahnya dilanjutkan dengan acara 3 hari lagi yaitu penjurian, investor meetup, awarding night dan dilanjutkan dengan pertemuan dengan Menkominfo. Sepanjang acara, peserta diinapkan di hotel bersama, sehingga memiliki waktu yang cukup banyak untuk berinteraksi satu sama lain. Bahkan acara penutupannya diawali dengan jalan-jalan ke Dufan dan makan bareng di daerah Ancol. Seru sekali. Saya memang tidak hadir di sesi bootcamp, namun sepanjang 3 hari di fase penjurian saya mengamati dengan seksama, para peserta yang sudah akrab satu sama lain, saling dukung satu sama lain dan saling suka satu sama lain #loh.

Penutupan NextDev

[penutupan nextdev]

Saya sampai pada pemikiran ikut lomba memang seharusnya jangan hanya sekedar mengejar kemenangan. Harus lebih dari itu. Lomba dapat menjadi media belajar. Belajar dari para juri. Belajar dari panitia. Belajar dari para peserta lain. Lomba menjadi tempat bertemu dengan orang-orang yang punya pengalaman berbeda, melihat sesuatu dari sudut pandang berbeda. Menyelesaikan masalah dengan cara yang berbeda.

Berbeda dengan kompetisi startup pitching atau lomba pembuatan aplikasi lainnya, Imagine Cup dan NextDev memfasilitasi para peserta untuk melihat lebih jauh daripada hanya sekedar memenangkan lomba. Hal yang makin jarang saya temui di berbagai perlombaan yang sudah ada. Kedua lomba tadi,menghadirkan suasana agar kami bisa lebih saling berinteraksi, mengenal satu sama lain hingga membuka peluang untuk saling kolaborasi. Dan pada akhirnya, meredakan aroma kompetitif yang membuat siapa menang dan siapa kalah menjadi tidak relevan lagi. Karena pada dasarnya menjadi finalis saja itupun sudah merupakan kemenangan tersendiri. Berkumpul dan membuka peluang kerja sama untuk kolaborasi produk, adalah kemenangan juga. Ketemu calon investor dan mendapatkan feedback yang berharga adalah suatu kemenangan. Dapat project dari juri atau rekan peserta lainnya. Dan tentu saja mendapatkan teman-teman baru, it’s also a win for me

Kemenangan yang sebenarnya justru jika kita dapat sukses bersama setelah lomba itu berakhir. Posisi 1-2-3 merupakan indikator yang baik, namun keberlanjutan aktivitas yang kita lakukan hingga seterusnya mungkin adalah hal utama yang kita cari. Jangan sampai hal-hal yang kita kerjakan berhenti setelah lomba berakhir. Dan melihat semangat teman-teman NextDev melalui percakapan WA yang tiada henti meski lomba sudah diakhiri, saya percaya memang semangat para anak muda Indonesia itu luar biasa.

Saya jadi ingat perkataan teman saya (hint : satu dari empat orang di foto tim Hackathon), mentor tempat saya belajar tentang dunia bisnis dan pengembangan produk : “Untuk sukses itu, sebenarnya dibutuhkan 3 hal : uang, kemampuan dan teman. Memiliki 2 saja itu sudah cukup”. Mungkin uang masih sulit dicari, tapi kemampuan adalah hal yang dapat dimiliki dengan ketekunan dan teman terbaik akan terus bersama selama kita bersikap rendah hati.

Dan itulah yang menjadi pegangan saya saat ini. Setiap aktivitas baik mengikuti seminar, jalan-jalan ataupun lomba seperti NextDev, kemenangan – meskipun hal yang menggiurkan – prioritasnya ada dibawah memiliki teman-teman baru dan belajar hal-hal menarik yang belum diketahui selama ini.

Let’s make friends along the way.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s