Instalasi Visual Studio + Xamarin

Instalasi Visual Studio + Xamarin

  1. Gunakan installer Visual Studio, baik yang VS Community ataupun versi lainnya. Pada contoh ini saya menggunakan Visual Studio Community 2015
  2. Pilih Custom Installation
  3. Pilih Cross Platform Development
  4. Pilih Next, lalu Install
  5. Installer akan menginstall semua SDK dan library yang dibutuhkan, termasuk mendownloadnya jika belum tersedia di mesin komputer Anda

Verikasi Instalasi

  1. Untuk memastikan instalasi berhasil, buatlah aplikasi Android sederhana
  2. Pilih File -> New -> Project
  3. Pada jendela template, pilih Android -> Single-View App (Android)
  4. Pilih emulator pada jendela debugging dan tekan Play atau F5
  5. Jika ini adalah pertama kalinya Anda menjalankan aplikasi, maka proses memanggil emulator akan berlangsung sedikit lama.
  6. Jika aplikasi berhasil masuk ke emualtor, maka proses kompilasi dan debugging sudah berhasil dan kita dapat memulai pengembangan

Verifikasi Xamarin Form

  1. Untuk memastikan instalasi berhasil, buatlah aplikasi Android sederhana
  2. Pilih File -> New -> Project
  3. Pada jendela template, pilih Cross-Platform -> Blank Xaml App (Xamarin.Form Portable)
  4. Klik kanan Project Droid, pilih Set as Startup Project
  5. Pilih emulator pada jendela debugging dan tekan Play atau F5
  6. Jika ini adalah pertama kalinya Anda membuat aplikasi Xamarin.Forms, maka proses build akan sedikit lama. Sekilas proses build Visual Studio terlihat tidak berprogress karena sesungguhnya Visual Studio sedang mendownload SDK/library tambahan yang dibutuhkan untuk Xamarin.Forms.
  7. SDK ini akan di install dan di unzip ke dalam folder <users>/AppData/Local/Xamarin. Perhatikan pada saat proses build berlangsung, isi folder terus bertambah
  8. Setelah semua tools / SDK di download proses kompilasi berjalan seperti biasa.
  9. Setelah kompilasi selesai, aplikasi akan masuk ke emulator dan bisa diuji coba.

 

Instalasi Visual Studio 2017

Referensi :

Bandung Developer Day #5

Tanggal 20 Desember yang lalu, A/BITS didukung oleh Microsoft Indonesia menyelenggarakan kegiatan Bandung Developer Day #5, acara yang bertujuan meberikan berbagai pengetahuan terbaru bagi para developer khususnya di kota Bandung mengenai teknologi pengembangan aplikasi menggunakan Xamarin.

Pada gelaran kali ini, format yang digunakan adalah workshop. Peserta diberikan materi satu sesi oleh Puja Pramudya, mengenai pengenalan teknologi Xamarin, kapan sebagainya digunakan dan kakas pendukung untuk pengembangan aplikasi. Setelah itu, dilanjutkan dengan sesi Hands-on-Labs, dimana para peserta mencoba secara langsung pengembangan aplikasi menggunakan teknologi Xamarin. Untuk sesi ini, dipandu langsung oleh Xamarin Developer Radya Labs Teknologi, yaitu Albilaga.

Berbeda dengan workshop-workshop sebelumnya, acara yang diberi tajuk Xamarin Party ini memang mengusung suasana ‘pesta’ karena panitia menyediakan pizza, soft drink dan snack kepada para peserta agar dapat mengerjakan aplikasi dengan semangat karena asupan gizi roti panggang italia . Acara ini dihadiri oleh 26 peserta dengan latar belakang kebanyakan mahasiswa dan developer perorangan.

img20161220133208 img20161220152955 img20161220163010 img20161220163026

whatsapp-image-2016-12-21-at-00-09-56

Bandung Developer Day #2

Tanggal 10 Desember yang lalu, FowabEdu didukung oleh Microsoft Indonesia, Dicoding dan Codelabs UNIKOM telah menyelenggarakan kegiatan Bandung Developer Day, acara yang bertujuan memberikan berbagai pengetahuan terbaru bagi para deeveloper khususnya di kota Bandung mengenai teknologi pengembangan aplikasi.

Pada event yang kedua ini, topik yang dibawa adalah pengembangan aplikasi berbasis Mobile. Acara diselenggarakan di UNIKOM Dipatiukur mulai jam 1 hingga jam 5 sore dan dihadiri hingga 100 mahasiswa dan pengembanga plikasi. Topik  yang dibahas adalah introduction to mobile product development, dibawakan oleh Andri Yadi, CEO Dycode. Topik berikutnya adalah cara membangun aplikasi mobile menerapkan prinsip-prinsip best practice dibawakan oleh Narenda Wicaksono, CEO Dicoding. Topik terakhir adalah cara menggunakan mobile analytic untuk memonitor lebih lanjut aplikasi mobile yang sudah dikembangkan oleh Adam Ardisasmita, CEO Arsanesia. Acara menjadi lebih menarik karena dibuka menggunakan alunan penampilan band lokal dari UNIKOM.

Andri memberikan lanskap informasi terbaru mengenai pengembangan aplikasi mobile. Hal-hal yang perlu diperhatikan terutama untuk membangun solusi berbasis mobile atau produk berbasis mobile. Pengenalan produk development disertai dengan teknologi pendukung seperti IOT, cloud dan device. Disini juga disampaikan kemampuan Azure, terutama Azure IoT dan Azure Stream untuk mendukung pengembangan produk berbasis IoT.

Sesi berikutnya dibawakan oleh Narenda dari Dicoding. Pada sesi ini, Naren membahas sisi teknis pengembangan aplikasi mobile, hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat pembangunan produk berbasis mobile. Naren membahas lanskap teknologi yang tersedia, native atau engine-based development untuk menghasilkan aplikasi mobile. Untuk engine, misalnya AppStudio, atau hybrid-model menggunakan Xamarin dan Visual Studio 2015.

Sesi akhir dibawakan oleh Adam dari Arsanesia, membahas mobile analytic dan app store optimization. Mobile analytic merupakan elemen penting yang perlu diperhatikan oleh developer setelah masa pengembangan untuk melakukan pemantauan keberterimaan aplikasi mereka dipasaran. Salah satu tools yang dapat digunakan adalah Application Insight untuk analitik teknikal dan Mobile Engagement untuk analitik demografi pengguna.

Di akhir acara,ditutup dengan presentasi Microsoft Azure, produk cloud dari Microsoft yang dapat digunakan siapa saja, khususnya mahasiswa dengan akun Dreamspark untuk mengembangkan berbagai solusi, baik web dan mobile.

Bandung Developer Day #1

Tanggal 7 November yang lalu, FowabEdu didukung oleh Microsoft Indonesia dan Dicoding telah menyelenggarakan kegiatan Bandung Developer Day, acara yang bertujuan memberikan berbagai pengetahuan terbaru bagi para developer khusus-nya di kota Bandung mengenai teknologi pengembangan aplikasi.

Pada event yang pertama ini, topik yang dibawa adalah pengembangan aplikasi berbasis Web. Acara diselenggarakan di Co & Co Space, mulai jam 1 hingga jam 5 sore, dihadiri 40-an peserta yang datang dari latar belakang mahasiswa, pengembang aplikasi dan penggiat startup. Topik yang dibahas mulai dari introduction terhadap teknologi dan pengembangan web untuk produk dan solusi yang dibutuhkan oleh masyarakat, dibawakan oleh Norman Sasono dari Microsoft Indonesia. Topik berikutnya adalah cara membangun aplikasi web modern dan API untuk aplikasi mobile, dibawakan oleh Puja Pramudya dan Rendy dari Radya Labs. Topik terakhir adalah cara menggunakan web analytic untuk memonitor lebih lanjut aplikasi web yang sudah dikembangkan oleh Wiku Baskoro dari Dailysocial.

Karena sesuatu dan lain hal, topik analytic dimajukan menjadi topik yang pertama disampaikan. Wiku memberikan hal-hal yang perlu diperhatikan bagi pengembang aplikasi web, mengenai metrik yang perlu diukur, apa yang perlu diperhatikan. Tujuan utama pemiliki produk adalah bagiamana setiap metrik itu dapat terus ditingkatkan. Wiku memberikan ilustrasi dan pemahaman disertai dengan demo dari real-experience yang ia miliki selama mengembangkan media teknologi Trenologi.com

Sesi berikutnya diisi oleh Pak Norman Sasono dari Microsoft Indonesia. Dengan pengalamannya bertahun-tahun membantu enterprise dan startup dalam memanfaatkan teknologi untuk menyampaikan solusi, Pak Norman memaparkan hal-hal yang perlu diperhatikan jika ingin membangun suatu produk berbasis web. Pengenalanan product development disertai dengan aspek-aspek teknologi pendukung yang perlu diperhatikan, misalnya penggunakan source control, lingkungan berbeda untuk development dan testing hingga penggunakan cloud seperti Microsoft Azure untuk hosting produk yang sudah dikembangkan.

Intro to Product Development from Wiku Baskoro
Sesi terakhir dibawakan oleh Puja dan Rendy dari Radya Labs Teknologi. Pada sesi ini, Puja dan Rendy membahas dari sisi teknis, hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat pembangunan web modern dan API yang mudah digunakan oleh developer. Disini didemokan penggunakan Visual Studio 2013, bagaimana menggunakan Azure App Service sebagai hosting aplikasi, ApplicationInsight untuk mendapatkan statistik aplikasi hingga kemudahan pembuatan API menggunakan ASP.NET Web API.

ref : https://www.eventbrite.com/e/bandung-developer-day-tickets-19024967189

Speaking @ Microsoft Tech Days Conference

On October 8, I’m invited to share Azure App Service for running Web and Mobile App Backend in Microsoft Techdays Indonesia. Microsoft TechDays is the biggest conference technology held yearly by Microsoft Indonesia.

I explained how to build C#-Web and mobile app that can be hosted in Azure App Service plan. I also gave demo about how to build C#- Web API project and hosted on Azure App API. Azure App Service is very useful for developer to be more productive developer, focused on code and solution and leave the infrastructure for the big guy to manage.

My Deck can be viewed here.

Speaking @ Global Azure Bootcamp Chapter Bandung

Last saturday, on April,25th 2015, Dycode Edu and Microsoft Indonesia organized Global Azure Bootcamp in Bandung. I was invited to speak and introduce one of great features in Azure : Azure Mobile & Engagement.

I prepared a demo which we develop a working prototype mobile application. The app was photo-sharing app, kinda like instagram clone that we develop with minimal backend effort because we leveraged Azure Mobile, Blob and Engagement as our backend as a service. It is very nice crowd, 40-ish active participant that come to the venue.

Here is my deck :

Kick-off

WP_20150105_002

Sejak tahun lalu, Radya Labs mulai melakukan kick-off meeting awal tahun sebagai tonggak awal operasional satu tahun ke depan. Di tahun 2011,2012 dan 2013 hal ini belum ada. Di 2013 ada sih tapi seperti rapat umum antar co-founder via skype karena tidak dilakukan bersama karyawan (lah iya, karyawannya belum ada : p ).

Di tahun kedua tradisi kick-off meeting ini sedikit berbeda dari awal tahun 2014. Perbedaan mendasar adalah mulai adanya data dan analisis terhadap keberjalanan satu tahun sebelumnya untuk melakukan penyusunan rencana. Jika pada awal tahun 2014, penyampaian pekerjaan satu tahun didasarkan analisis kualitatif dan observasi manajemen tanpa ada angka yang mendukung, untuk tahun 2015 kita melakukan analisis kuantitatif untuk data yang kita miliki ditambah kualitatif untuk hal-hal lainnya. Tentunya untuk menyediakan data tersebut, selama satu tahun kemarin, kita mulai sedikit demi sedikit melakukan inventarisasi terhadap hal-hal yang bisa kita catat. Ini merupakan hal baru yang coba dilakukan. Tentunya pencatatan disesuaikan dengan kebutuhan skala perusahaan dan cara yang ditempuh pun mungkin belum sesuai dengan standar yang baik. But at least, we tried.

Salah satu pencatatan dilakukan terhadap seluruh opportunity proyek yang masuk di 2014. Untuk melakukannya saya membuat excel sederhana dengan format seperti gambar di bawah ini :

image

Dimensi yang penting untuk dicatat adalah, platform pengerjaan, status dari opportunity, nilai proyek dan durasi pengerjan. Tentunya dimensi lain bisa ditambahkan sesuai dengan kebutuhan. Nah, selama satu tahun, setiap ada peluang di-entri ke sini. File nya sendiri saya taruh di OneDrive, jadi saya, Tito dan Cale bisa berkolaborasi untuk mengisinya sesuai dengan pihak yang bertanggung jawab terhadap opportunity tersebut.

Pencatatan berikutnya dilakukan terhadap produk yang sedang dikembangkan yaitu Appsterize, tentunya perlu memiliki suatu cara pula untuk mengukur sejauh apa Appsterize sudah memenuhi ekspektasi kami. Untuk mengukur ini, kita sudah menyiapkan website  sederhana yang bisa diakses kapan saja untuk melihat beberapa metrik yang sudah kita tetapkan. Saat ini yang kami ukur adalah jumlah registrasi, jumlah aplikasi yang sudah dibuat, dan jumlah total user aplikasi-aplikasi yang sudah dibuat melalui Appsterize. Website ini juga mengandung seluruh daftar klien, daftar aplikasi dan informasi-informasi detil mengenai Appsterize.

image

Pencatatan ketiga dilakukan untuk mengetahi kondisi keuangan perusahaan. Untuk pencatatan ini dilakukan oleh staf admin menggunakan software GnuCash. Dengan software ini kita dimudahkan untuk mendapatkan laporan cashflow dan neraca keuangan kapanpun dibutuhkan sesuai dengan data terakhir.

Pada akhir tahun 2014 lalu, manajemen melakukan pembahasan terhadap informasi yang sudah dimiliki. Kami mendapatkan gambaran selama satu tahun ke belakang bagaimana performa perusahaan. Kita jadi tahu detil total opportunity yang didapat dan berapa yang akhirnya dikerjakan. Kita juga mendapatkan informasi mengenai tren platform yang diminta oleh klien, rata-rata durasi pengerjaan, rata-rata biaya proyek dan informasi terkait proyek lain yang bisa dianalisis. Kemudian kita juga mendapatkan gambaran umum performa Appsterize. Lalu kita mendapatkan gambaran kondisi keuangan perusahaan, hal-hal mana yang perlu ditekan dari sisi pengeluaran dan sumber-sumber mana yang bisa ditingkatkan untuk sisi pendapatan. Seluruh informasi ini akhirnya menjadi dasar berpikir untuk menetapkan rencana di 2015.

Tanggal 5 Januari yang lalu, kick-off meeting sudah dilaksanakan. Harapannya, seluruh kru Radya Labs memahami, apa yang terjadi di tahun lalu dan apa yang ingin kita capai di tahun ini. Semoga tahun ini dapat berjalan dengan baik dan kita semua mendapatkan hal yang terbaik.