writing is fun …
Dari smp hingga sma banyak jenis tulisan yang coba saya gunakan. Menulis prosa misalnya,atau sebut saja cerita pendek. Bermula dari kesenangan membaca cerita pendek di tabloid2 atau kumpulan cerpen, saya pun ikut-ikutan mencoba menulis cerita pendek, berdasarkan pengalaman pribadi ataupun rekaan fantasi. Beberapa cerpen saya ikutkan lomba, ada yang saya buat untuk konsumsi pribadi atau saya berikan kepada teman. Menarik. Karena kita dapat berekspresi dengan diksi Bahasa Indonesia yang luar biasa banyak, dan hingga kini setiap saya membaca novel ada saja kata yang baru saya ketahui. Dulu dari membuat cerpen, saya dapat membeli handphone N 7610 dari duit hasil menang lomba.
Berterima kasih kepada Rako Prijanto karena berkat puisi-puisinya di AADC membuat saya tertarik untuk coba-coba bikin puisi. Mula-mula mirip pantun, tapi kemudian lama-lama saya belajar menggunakan kata-kata yang tidak biasa dalam percakapan sehari-hari, dirangkai membentuk rima yang bernada. Menarik. Bagus. Begitu setidak nya pendapat teman-teman saya. Sehingga dulu pernah membuat puisi pesanan ulang tahun, atau karena ada hari besar, untuk membujuk pacar :p sampai yang menghias di buku tahunan SMA saya adalah sebagian kecil prosa saya. Menarik, karena kita dapat berekspresi dengan kalimat yang tidak selalu harus lengkap, kadang hanya satu kata tapi dapat menguraikan makna. Puisi juga sempat menggembungkan kantong saya di jaman SMA, sayang sekarang keinginan menulis puisi tidak pernah muncul lagi.
Novel tidak pernah menjadi ajang peruntungan saya dalam menulis. Bagi saya itu terlalu panjang. Menulis berjam-jam untuk itu belum pernah saya coba. Lain hal nya dengan esai. Saya beberapa kali mengikuti lomba Esai. Bagi saya,esai ibarat cermin untuk memantulkan pemikiran selayang pandang kita terhadap sesuatu hal. Tentunya esai sedikit lebih mengikat namun tidak perlu panjang. Kita dapat membeberkan sedikit fakta disana. Berkat pengalaman menulis cerpen, gaya menulis esai saya nyaris ibarat cerpen yang berisi pendapat dan fakta. Lomba esai cukup sering di jaman SMA, dulu sampai bikin nama ganda, satu atas nama saya dan satunya adik saya. Tapi bisa-bisanya menang keduanya. Bersyukur. Menarik. Karena berkat esai saya bisa berjalan-jalan ke beberapa tempat dengan gratis. Tetapi, masuk jaman kuliah, menulis esai begitu sulitnya. Ternyata di Indonesia mahasiswa-mahasiswa nya punya pemikiran luar biasa kritis. Sangat kritis malah. Peruntungan di dunia esai hanya sampai masa SMA. di Kuliah beberapa lomba pernah saya coba ikuti dan hasilnya nihil. Hehe…ada masanya.
Sedikit lebih serius adalah menulis karya ilmiah. Lebih panjang namun dituntut harus terstruktur. Berdasarkan fakta. Dengan pembahasan yang rasional dan komprehensif. Dulu coba-coba bikin karya ilmiah untuk mengumpulkan rupiah dan beberapa ada yang berhasil. Tapi, lagi-lagi jaman kuliah ini lebih sulit. Namun di sini saya belajar menyenangi membuat tulisan dalam bentuk paper/makalah dengan format seperti di jurnal-jurnal. Terima kasih untuk Pak Rinaldi yang selalu memberikan tugas menulis. Kesempatan itu memberikan waktu untuk menuliskan apa yang sudah dilakukan atau apa yg sedang didalam pikiran. Menarik. Membuat kita terlihat sangat intelektual dan punya pemikiran yang inovatif.
Artikel. Dulu saya bekerja sebagai kontributor majalah di SMA. Saya lanjutkan di kuliah bersama Xpressif di HMIF. Membuat artikel bagi saya berbeda lagi resepnya. Nilai kekinian menjadi hal yang diperhatikan. Cara penyampaian nomor dua , yang penting substansi. Menyenangkan mengetahui ada orang yang bertambah wawasannya setelah membaca artikel . Menarik . Karena sebelum membuat artikel kita pasti riset kecil2an sebelum menulis. Membuat wawasan kita juga berkali lipat lebih banyak.
Era digital melahirkan konsep Blog kependekan dari weBlog. Haha….di blog saya dapat menulis apa saja. Bahkan hanya satu kalimat, atau satu kata. Bebas. Blog adalah media pribadi yang sangat menyenangkan. Tidak perlu mengharapkan pembaca untuk mengejar hits. Bagi saya blog adalah cermin lain yang bisa memantulkan sisi apa saja dalam hidup. Tidak perlu serius. Tidak harus selalu bercanda. Kadang memiliki makna. Kadang tidak. Menarik. Karena disini saya belajar menceritakan hal-hal yang saya ingin tulis kepada orang. Menarik. Karena saya tidak peduli apakah ada yang membaca atau tidak. Lebih menarik lagi mengetahui ada orang-orang yang membaca dan memberikan sedikit komentar.
Buku. Suatu hari saya ingin menulis buku. Saya bangga dengan Pak Rinaldi yang mengutarakan pengetahuannya menjadi dalam bentuk buku. Semua serinya sangat bermanfaat. Algoritma, Matematika Diskrit, Kriptografi dan Pengolahan Citra Digital. Begitu runut dan mudah dipahami. Menulis buku punya tantangan tersendiri,selain cukup panjang, juga harus dibuat sedemikian rupa dapat di gunakan baik bagi orang awam sekalipun. Menarik. Karena kita dapat berbagi pengetahuan yang kita miliki. Bukankah ilmu yang bermanfaat juga akan kembali pada kita dalam bentuk pahala yang dijanjikan Allah SWT. Saya mencoba memulainya dengan ebook kecil beberapa waktu lalu. Meski ada reward yang saya kejar, tetapi menulis ebook, atau lebih umum lagi, buku. Sungguh pengalaman yang lain lagi dari pengalaman-pengalaman sebelumnya.
Cerpen, puisi, esai, karya tulis,paper, presentasi, artikel, blog post,ebook dan buku. Ya, rasanya menulis itu menyenangkan. Writing is fun! Really fun!
upgrading Vista to Windows 7
Setelah cukup bersabar dan bersikeras tidak mau migrasi ke 7 sebelum rilis versi RTM, akhirnya saya sekarang melakukan migrasi juga. Tidak seperti biasanya, dimana OS selalu menjadi bawaan ketika orang tua saya membelikan komputer (winXp) atau notebook (winVista), kali ini 7 saya dapatkan dengan usaha yang lumayan menarik dan tetap secara Legal. Hidup software legal. Hohoho ….
Saya memilih metode upgrade karena di laptop ini telah banyak terinstall program-program yang saya butuhkan dan agak malas juga jika melakukan installasi ulang jika memilih clean installation. Saya ingin share pengalaman ketika melakukan upgrading ini karena ketika ingin menginstall ini saya tiga kali mengalami kegagalan :
- Vista SP 1 atau 2. Ya, ternyata Vista saya bukan versi SP apa pun sedangkan untuk upgrading butuh terinstall SP 1 atau SP2. Hal ini menunda migrasi saya 1 hari lebih lama karena butuh mendownload service pack dari micrsoft download center yang ukurannya 400 MB lebih. Sayang nya peringatan ini muncul di awal sekali pada pengecekan kompatibilitas sehingga saya berpikir ketika Vista SP 1 sudah terinstall maka urusan saya sudah beres, ternyata :
- Butuh Harddisk space minimal 16 GB. Mungkin ini untuk keperluan temporary file ketika instalasi. Saya terpaksa menguras program-program yang mengisi banyak sekali ruang di harddisk . Corel Draw, PostgreeSQL, Macromedia Flash, StarUML dan Java Development Kit yang rata2 berukuran 700 MB resmi saya uninstall. Saya sampai menghapus beberapa restore point di System Recovery dan menon-aktifkan mode hibernation yang dapat menghemat hingga 2 GB, ternyata belum selesai :
- 7 Cukup resek juga ternyata, beliau meminta HDD Protection bawaan Toshiba diuninstall terlebih dahulu. Dengan keyakinan bahwa hal ini tinggal dilakukan dari Control Panel ->Program and Features saya mencoba meng-unistall si HDD ini. Hasilnya, komputer langsung BlueScreen. BlueScreen yang pertama dalam 1 tahun terakhir. Saya restart dan cek pada task manager ternyata service HDD ini jalan di background. Pergi ke Administrative Tools -> Service dan matikan terlebih dahulu service HDD Protection. Ketika saya stop servicenya, BlueScreen kedua muncul. Saya restart dan masuk ke safe mode, ternyata di safe mode HDD tidak aktif tapi tidak dapat diuninstall. Sial. Pindah ke mode biasa, saya set start nya service HDD itu menjadi manual sehingga tidak dipanggil ketika start-up. Blue Screen. Ketika saya restart lagi, service tidak berjalan otomatis. Pergi ke Program and Features dan uninstall dapat dilakukan tanpa melihat BlueScreen yang keempat.Akhirnya,,,instalasi dapat berjalan namun sebelum itu terdapat peringatan :
- Setelah 3 contraint diatas, ketika instalasi juga ada peringatan bahwa bluetooth stack toshiba dan daemoon tools akan diuninstall secara otomatis dan ternyata memang benar ketika instalasi selesai dua barang berguna ini sudah lenyap dari notebook ini.
- Selesai instalasi, audio tidak dapat berjalan dengan baik. Ternyata dapat diatasi dengan merefresh atau reinstall driver dari Device Manager.
Nah, Win7 sekarang sudah tertanam di dalam notebook tercinta. Tinggal mengeksplor fitur baru dan pengembangan yang dapat dilakukan dengan 7.
road to Mukrab[2009] : this is OSCAR!
Untuk membangkitkan kenangan sekaligus menyemangati kita dalam menyongsong mukrab 2009, this post for us, guys, informatika 2006.
selamat ulang tahun iiR ^^
yayaya…saya melanggar permintaan dari yang ulang tahun …. hohoho … tapi apa boleh buat,,,kalo anda bisa datang di hari ulang tahun tapi anda tidak datang dan malah datang di hari lainnya apakah sama rasanya mengucapkan selamat ulang tahun di hari lainnya itu padahal ulang tahunnya jatuh pada hari ini ?
walaupun wawancara di Microsoftnya tidak jadi dilakukan tapi urusan utama untuk keberangkatan hari ini ke Jakarta sepertinya bisa dikatakan sukses. Dua puluh menit, ruang makan di kosan, kado sederhana,tiup ‘lilin’, saya dan kamu, iR ^^ …. menyenangkan ya iR .. hehe …. Foto menyusul.
Selamat ulang tahun iiR ^^
ada yang hilang dari wisuda kali ini
Benar kata Obi, perlahan-lahan kenangan di bandung mulai lenyap, satu demi satu. Dulu, tempat makan dan hangout paling asyik di Bandung, speak easy ditutup karena alasan yang tidak kami ketahui, dan , kami (saya, obi, agus, fahmi, ical ) berusaha untuk menjadi pelanggan terakhir di restauran itu. Dan ya ,,, kami melakukannya hingga sempat mengadakan satu sesi foto di depan pintu speak easy yang esok harinya sudah menjadi gedung tidak berpenghuni.
Dulu, ketika kita berjalan di sepanjang Ganesha, perasaan was-was akan jatuhnya “bom” udara dari sekumpulan burung koak selalu menggerayangi. Dan, ketika saya dan Obi tadi memperhatikan sepanjang perjalanan dari simpang Boro hingga gerbang SR, kita menyadari kembali bahwa perasaan itu kini tidak ada lagi. Hilang. Bersama dengan burung-burung koak yang bermigrasi entah kemana. Siapa yang tahu ?!
Hari ini,saya membaca email mengenai kemungkinan besar akan lepasnya sekre 2 dari tangan informatika pertiwi. Sekre 2. Ya,,,,sekre 2 ,,, bukan mainnya berjasa tempat ini bagi kita semua. Bagi saya, sekre 2 sudah menjadi home base saya setelah kamar kosan di cisitu lama. Sekre 2, menyediakan tempat yang menyenangkan untuk bercengkarama, mengadakan rapat, mengerjakan tugas, bermain bola tenis (jika tidak ketahuan Obi), jajan, nge-print, menitip barang ketika sholat Jum’at,bla bla bla … bla bla bla. Tidak akan selesai dalam satu postingan ini. Sekre 2 menjadi saksi metamorfosis saya dari siswa sma menjadi mahasiswa. Sungguh kehilangan yang besar bagi saya.
Dan, besok, saya akan kehilangan lagi, pengalaman untuk mengarak para wisudawan informatika. Sejak berhasil masuk ke kampus terbaik negeri ini, pemandangan arak-arakan wisuda merupakan hal yang selalu saya nanti. Arak-arakan pula yang membuat ITB menjadi berbeda dari kampus-kampus lainnya dalam mengadakan perayaan wisuda. Bahkan ada teman saya dari jakarta yang bela-belain datang ke Bandung untuk melihat prosesi arak-arakan wisuda di ITB. “Tidak diperkenankan mengadakan kegiatan terorganisir pada hari Wisuda…” begitu kira-kira bunyi peraturannya.
Wisudawan oktober 2009 kali ini, terutama banyak dihuni oleh angkatan 2005 merupakan orang-orang selalu berpartisipasi dalam prosesi arak-arakan para senior angkatan di atasnya. Sungguh cukup disayangkan jika mereka pada akhirnya tidak dapat merasakan perasaan itu. Diarak sebagai wisudawan. Sungguh tidak adil rasanya. Ada yang hilang dari wisuda kali ini.
Namun, apapun kejadiannya itu, saya berencana untuk tetap hadir esok, menyambut para wisudawan di labtek V, markas kita. Untuk memberikan sekali lagi ucapan selamat bagi mereka yang sudah berhasil menyelesaikan masa studi strata 1 di kampus ITB tercinta ini.
Terutama, ingin saya ucapkan selamat dan terima kasih kepada beberapa orang yang sangat berjasa bagi metamorfosa diri saya. Lovinta Atrinawati yang entah sejak kapan selalu menjadi tempat bertanya dan mengharap bantuan, yang seluruh bahan-bahan kuliahnya menjadi dasar saya bergerak :p serta sikapnya yang inspiratif. Wahyu Adhi yang entah sejak kapan menjadi panutan saya dalam berorganisasi. Visioner, mengarahkan, memberi contoh dan tidak memaksakan. Kalian berdua merupakan mind manipulator yang harus saya waspadai, licin, membuat saya melaksanakan apa yang seharusnya dilakukan tanpa saya merasa terpaksa :p . Dan, Alsasian yang sudah secara sengaja menjerumuskan saya kepada asyiknya kehidupan berorganisasi di HMIF. Meski saya tidak memberikan banyak pilihan baginya , tapi kerja sama dan wejangannya yang terkadang terkesan bercanda sebenarnya selalu saya cermati. Serta beberapa orang yang saya “kagumi”,,,saya benar-benar menjadi secret admirer beberapa dari kalian (HR dan HD ), teman-teman bermain sepakbola dan berolahraga, dan teman-teman para asisten lab keahlian untuk bimbingannya.
Dan kepada seluruh wisudawan informatika Oktober 2009, selamat wisuda. Selamat wisuda. Selamat wisuda !!! Nice work. Memang berbeda rasanya jika yang diwisuda adalah orang-orang yang saya kenal, ada ikatan tak terlihat yang membuat hal ini jadi lebih mengharukan…hahahaha …. labtek V bakal sepi tanpa kalian.
Saya bangga pada kalian semua….
date-time continuum
Ya,,,seharusnya saya menghabiskan beberapa jam hari ini untuk belajar ujian sistem informasi enterprise besok. Dan, di note pada google sidebar saya sudah memperlihatkan apa yang harus saya lakukan, hari ini. Tapi, belum satupun terpenuhi. Tugas citra terbengkalai. Ide buat expert system tak kunjung muncul. Anyone ?
Ok, Let’s say, now i’m addict to this tv serial, “How I met your mother”. Gara-gara baru dapat kopian serial ini 5 season sekaligus, saya harus provide banyak waktu untuk mengejarnya hingga season berjalan. Tapi, ya, episode demi episode dilalui, harus diakui serial ini bakal jadi legen – wait for it – dary.
Serial tipe komikal yang menjual sitkom seperti ini, yah… sudah banyak film yang punya konten serupa. Tapi tidak yang substansial seperti ini. Menonton serial HIMYM bukan hanya mendapat hiburan dan gurauan segar, tapi bagaimana kita harus menghargai hidup dan apa yang sudah kita lakukan hingga saat ini. Karena setiap detik, dan menit dapat menjadi waktu berharga yang layak diceritakan kepada orang-orang terdekat. Karena setiap kejadian bila kita melihatnya dari point of view yang berbeda, IT’S AWESOME. Karena serial ini menceritakan tentang persahabatan, sesuatu yang berharga menurut saya, lebih dari sekedar prestasi dan hal-hal yang tampak mengasyikkan di awal tapi membosankan di akhir. Tampaknya , saya bakal stuck dengan serial ini karena masih tersisa dua season lagi untuk dikejar.
Tapi, yang menarik, pada episode akhir di season 3, Barney, orang yang menurut saya karakternya paling kuat di serial ini menelurkan suatu teori yang dinamakan “date-time continuum” yang berbunyi “never make a plan with a girl further in the future than the amount of time you’ve been going out“.
Sebagai contoh, jika Anda baru jadian dengan pasangan anda selama 3 minggu. Jangan rencanakan sesuatu di kemudian hari lebih dari 3 minggu. Jika anda baru jadian hari senin, dan sekarang adalah hari selasa. Jangan mengajaknya menonton film pada malam minggu nya. Well, nice theory, then.
Tapi, sekarang pertanyaannya adalah :
Guys, what should i plan for the girl that i’ve been going for five years ?
Nice question, because the truth is, i’m not a “go with the flow” person. And, i think i have one.
belajar fokus dan kerja keras
Saya belajar dari seseorang, untuk mendapatkan kesukesan, nggak ada yang namanya shortcut. Nggak ada yang namanya jalan pintas. Sukses merupakan output dari proses kerja keras. Dan kesuksesan harus dibarengi dengan fokus pada satu hal, yaitu tujuan dari apa yang kita capai.
Jauh sebelum saya menyadari hal ini saya senang mencoba banyak hal pada satu waktu. Senang mengerjakan beberapa pekerjaan pada saat yang sama. Berani mengambil banyak tanggung jawab pada saat yang bersamaan. Hasilnya, tidak terprediksi. Ada yang berhasil, ada yang tidak . Satu hal yang saya rasakan, saya kerepotan.
Karena itu, saya belajar. Saya berusaha melakukan pendekatan berbeda pada salah satu impian saya selama kuliah : meraih gelar minimal satu lomba saja di bidang keteknikinformatikaan.
Kegagalan pada Imagine Cup 2009 semakin mengajarkan pada saya apa itu yang dinamakan fokus, apa itu kerja keras.
Bermula dari awal Juli 2009, ketika saya memutuskan membentuk tim bersama Andru, Ical, Aloy dan Dilla untuk mengikuti lomba gemasTIK 2009. Kami mendaftar pada kategori Game Development Contest. Selain itu saya juga mendaftar di ICT Paper Contest. Ical,Andru juga mendaftar di Business Game Contest. Dari situ, saya tidak ingin mengulangi hal yang sama lagi. Kuncinya fokus. Lalu saya drop kategori ICT paper contest untuk fokus pada satu kategori saja. Dan perjalanan dimulai.
Kami membuat planning. Tidak hanya untuk tahap 1. Kami membuat planning jauh hingga seakan-akan kami akan masuk tahap final. Kami membuat dokumen-dokumen development guide, mirip dokumen perancangan pada RPL. Kami ingin langkah kami terukur, terdokumentasi, dapat ditinjau kembali. Kami membagi tugas menjadi bagian kecil yang dapat diselesaikan orang per orang karena selama 2 bulan, Juli – Agustus kami akan terpisah karena masa KP. Selama KP, selain mengerjakan tugas KP, kami menyisihkan waktu untuk mengerjakan rencana ini : Veda.
Kami membuat kesepakatan, akan ada yang namanya laporan kemajuan ,tiap 2 minggu sekali. Dan akan makin intens menjelang deadline. Saya, yang didapuk menjadi pm, menjadi orang yang haus informasi mengenai kemajuan development. Tanggal 30 Juli adalah deadline proposal dari panitia untuk diumumkan hasilnya pada tanggal 10 agustus. Dari tahap 1 (10 agustus 2009 ) ke deadline tahap 2 (20 Agustus 2009) hanya tersisa 10 hari.
Kami harus percaya bahwa kami dapat lolos ke tahap ke-2 sehingga persiapan prototipe tidak kami lakukan setelah kami lolos tahap 1. Ini yang saya pelajari dari Imagine Cup. Meski deadline prototipe sebenarnya 20 Agustus 2009, bagi kami deadline prototipe adalah 30 Juli. Sehingga pada tahap prototipe, game kami sudah mencapai sekitar 70% dari desain yang seharusnya.
Setelah tahap 2 kami dinyatakan lolos, kami memiliki waktu 1 bulan untuk merampungkan game ini. Libur lebaran hanya memisahkan kami dari tatap muka tapi tidak tatap maya. Koordinasi dilakukan secara remote dengan berbagai teknologi yang sudah mendukung kita untuk itu. Mengejar 30% dalam satu bulan sungguh merupakan waktu yang cukup.
Bagian kami selesai, saya akan masuk ke cerita bagian saya, dan saya yakin teman-teman satu tim saya juga melakukan hal yang sama. Kerja keras, dan fokus. Selama libur lebaran,di sela-sela kenikmatan hari saya, saya membuka IDE Visual Studio. Di sela-sela silaturahmi, saya mengetik baris-baris kode. Setelah libur selesai, kembali ke masa kuliah yang dihantui tugas, saya pun memilih fokus pada proyek ini. Saya harus mengakui dan saya minta maaf kepada teman-teman di kelompok tugas saya dimana saya tidak bisa mengambil peran lebih banyak selain jadi dokumentasi untuk tugas SBP (maafkan saya unggul dan risa), pembuat fungsi2 kecil di tugas citra (maafkan saya bulan), dan penonton serta pengacau di tugas ppl (maafkan saya nadhira, agus, ical, tito , pm cale ,tito dan fahmi). Tidak lain karena saya ingin berusaha fokus, dan kerja keras untuk ini. Walaupun terkesan egoistis, tapi keputusan sudah saya tetapkan dan berani saya ambil resikonya.
Kembali ke cerita kami. Satu minggu menjelang lomba dieksekusi, kami pun menyudahi menyentuh kode kami,dan mulai fokus pada aspek presentasi. Setiap slide dibuat dengan penuh pertimbangan, isi dan alur presentasi. Setiap fakta yang mendukung ditambahkan. Selain itu, presentator (aka aloy) tampak rajin, terus melakukan latihan. Kami bahkan rehearsal hingga 5 kali, menggunakan proyektor dan layar beneran. Kami sampai menyiapkan 13 slide penyokong data dan fakta yang akhirnya hanya terpakai satu slide. Kami berusaha tampil maksimal, suit-up walau akhirnya pilihan dasi saya ngaco. Kami membawa proyektor dan layar sendiri ke tempat lomba. Kami bahkan….ya bahkan…latihan untuk mengejar waktu lima menit persiapan, dimana Andru harus dapat menset-up layar, ical menset-up proyektor, saya menset laptop demo game, aloy menset-up keynote dan dila memasang poster yang akhirnya dapat kami lakukan nggak kurang dari dua menit. Ya…kami berusaha keras, memperhatikan detail-detail yang mungkin dianggap tidak diperlukan. Kami menaruh harapan untuk itu.
Sesi presentasi 40 menit berhasil dilewati. Dan, alhamdulillah,,,kami mendapatkan peringkat pertama dalam kompetisi ini. Setelah melalui ini semua, mengutip kata-kata aloy pada sesi presentasi … “Selama tiga bulan ke belakang, kami telah berupaya keras untuk mewujudkan hari ini … ” tidak ada yang dapat saya lakukan selain bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada teman-teman yang sudah mengerti pilihan ini dan mendukung selama lomba.
Dan yang ingin saya sampaikan lagi adalah, ya … untuk sukses memang dibutuhkan fokus dan kerja keras. Trust me, it works!
menambahkan user control ke dalam toolbox VS
Bagi temen-temen yang senang membuat kontrol baru, setelah selesai membuat, kita dapat memasukkannya ke dalam VS Toolbox sehingga bisa di drag and drop. Begini caranya :
1. Klik kanan pada jendela Toolbox
2. Pilih Choose Items… menu pada context menu.
3. Pilih WPF components tab ketika memilih Toolbox Items dialog window.
4. Klik Browse…,pilih project assembly tempat kita membuat usercontrol.
5. Pilih dan tambahkan user control ke toolbox.
konsep yang tidak sederhana
Pada suatu malam,pembicaraan di kamar kosan ketika saya masih menjalankan masa KP di bali dan kebetulan Aloy menginap di kamar saya malam itu, kita sempat berbicara sedikit tentang masa depan. Masa depan kita, setiap lelaki, entah kenapa selalu memunculkan bayang-bayang dengan siapa kita akan membentuk keluarga nantinya. Yaaa… tentu,,,setiap lelaki normal ingin membentuk keluarga yang mereka idamkan, bersama wanita yang dicintai.
Salah satu pembahasan yang agak panjang adalah bagaimana meyakinkan kita bahwa,wanita yang kita pilih adalah yang terbaik untuk kita. Jadi ingat salah satu dialog dalam film proposal daisakusen yang mengatakan “bagaimana kita bisa yakin orang ini adalah yang terbaik, Bisa jadi setelah ini kita bertemu orang yang lebih baik, bisa jadi juga tidak. Tapi bagaimana kita bisa tahu kita akan bahagia ?”. Malam itu Aloy mengungkapkan quote dewa, yaitu “Jika kita pernah bertanya sekali saja… is she the one ? maka jangan pernah menikahi orang itu”. Menurut bung Aloy, jika kita sekali saja pernah bertanya seperti itu maka berarti terdapat ketidakyakinan yang dapat menjadi butterfly effect dikemudian hari. Dalam artian, jika seorang wanita akan cocok untuk kamu, maka seyogyanya tidak akan pernah muncul pertanyaan ragu seperti itu. Terlalu ideal kan ya ?
Terlepas dari apakah saya sudah pernah bertanya seperti itu atau tidak, beberapa waktu yang lalu muncul lagi konsep yang tidak sederhana, yang tidak dapat saya pahami dengan cepat. Yaitu, konsep “cinta itu menerima apa adanya “. Sederhana dari segi redaksi tapi entah mengapa sangat menggelitik hati saya.
Di jaman serba realistis ini, saya meragukan keabsahan konsep nan cemerlang di dunia percintaan ini. Kalo kata Obi, jaman sekarang “cinta dikecapin juga gak enak” alias cinta saja tidak cukup. Implikasinya adalah bermodal cinta, belum ada jaminan kita bisa menerima seseorang apa adanya. Atau sudah cukup cinta saja ? Anda yakin ? Coba renungkan kejadian berikut :
1. Anda dan pasangan anda, dua orang yang saling mencintai, sudah sangat nyaman satu sama lain dan ada keinginan untuk menikah . Sebelum menikah, baru diketahui salah satu dari anda ternyata tidak dapat memberikan keturunan. Bagaimana ya kira2 kelanjutan hubungannya ? Adopsi saja cukup ? Apakah kodrat seorang wanita untuk menjadi ibu tidak akan bergejolak ? bagaimana keinginan untuk menjadi ayah ?
2. Lebih ekstrim lagi, sebelum menikah, anda ketahui pasangan anda mengidap virus HIV. Bukan berarti dia sudah bertindak tidak benar, ada kemungkinan suntikan toh ? atau narkotika ? Tapi yang jelas virus ganas nan tidak ada obatnya itu sudah bersarang di dalam tubuh pasangan anda. Anda lanjutkan hubungan itu ? Yakin ? Tidak takut ?
3. Sebelum menikah, tau2 anda jatuh bangkrut, mungkin anda harus mulai dari berjualan bakso, bisa jadi pergedel atau gorengan. Dijaman serba sulit, bagaimana anda meyakinkan pasangan anda untuk menerima anda apa adanya ? Bisa atau tidak ?
4. dll
Sungguh,,,pertanyaan dan keadaan2 itu membuat saya sedikit meyakini kisah cinta rome dan juliet hanya akan tinggal dalam karya sastra nan indah atau dalam layar kaca semata. Zaman sudah berubah dan membuat manusia yang ada di dalam nya juga berubah.
Tak berapa lama ini saya berdiskusi dengan iiR mengenai konsep menerima apa adanya itu, dengan kondisi2 seperti tadi. Meski sama2 tidak munafik, ada harapan bahwa mungkin saja ada orang yang seperti itu. Atau dalam arti lain bisa jadi dalam hati masing2 kami berharap kami adalah orang-orang seperti itu (sekali lagi saya tpi tidak munafik lho).
Akan tetapi, jawaban yang sangat terang benderang, bermakna dan dapat dipahami oleh otak yang sedang jumawa sekalipun.. datang dari kata-kata bung hari bagus, hari ini, di tengah perjalanan kami dari labtek V menuju parkiran SR. Dan saya, dengan segenap hati, menyetujui teori yang meski diragukan keberanannya ini tapi sangat masuk akal dan relevan. Ya, cinta itu adalah menerima dengan penuh pertimbangan. Jikapun pada akhirnya anda menerima “apa adanya” yang sangat dekat sekali dengan konsep pasrah,,pastikan itu sudah melalui pertimbangan anda…dan jalani konsekuensinya.
Terima kasih bung harbag.
fitri!
selamat hari raya idul fitri 1430 H
minal aidin wal faidzin
mohon maaf lahir dan batin
_poedja_p_















